Mengapa kalau para preman bisa berkumpul di partai dianggap bela NKRI
sedangkan orang berjubah harus dibantai merusak tatanan negeri?
Mengapa para tersangka (koruptor,bajiangan,pezinah dll) waktu di dakwah selalu berpakaian islami,
sedangkan waktu berbuat melanggar aturan Ilahi...
Mengapa seorang biarawati yang tertutup dari kepala hingga ujung jari kaki ia dihormati karena membaktikan dirinya untuk Tuhan,
sedangkan jika seorang muslimah melakukannya, ia sering dicap "tertindas"?
Mengapa seorang Yahudi bisa memelihara janggutnya dan ia dipandang sedang melaksanakan kepercayaannya, dan ketika seorang Muslim melakukannya ia adalah seorang ekstrimis?
sumber:http://www.facebook.com/home.php?#!/notes/gus-yasir/kita-renungkan-yuk/404260657510
Jika seorang wanita barat tinggal di rumah dan merawat rumah beserta anak-anaknya, ia dianggap tengah berkorban dan berbuat baik untuk rumahtangganya, tetapi jika seorang perempuan Muslim melaksanakannya ia dianggap "perlu dimerdekakan".
Mengapa jika seorang anak meraih keberhasilan pada suatu disiplin ilmu, ia dianggap berpotensi, tetapi jika ia membaktikan dirinya pada Islam, ia dianggap tak ada harapan?
Ketika seorang Kristen membunuh seseorang, agama tidak pernah disebut-sebut (contohnya teroris IRA), tetapi ketika seorang Muslim dituduh dengan suatu tindakan kriminal, Islamlah seolah-olah yang diadili?
Tetapi kemudian, mengapa meskipun semua itu terjadi,
Islam tetap merupakan agama yang berkembang tercepat di dunia?
Renungkanlah selama 60 detik dan katakanlah!
Lihat apakah setan akan menghentikannya.
Yang perlu anda lakukan adalah:
Ucapkan:
Subhaan-Allah
Alhamdu-Lillah
Allaahu-Akbar
Laa Ilaaha Illa-Allaahu Muhammadur Rasoolullah
Allaahumma Shalli `Alaa Sayyidina Muhammad-wa `Alaa Aalihi wa Shahbihi Wasallim
Rabu, 30 Juni 2010
Jumat, 28 Mei 2010
6 Tipu Daya Paling Berbahaya

"Menurutku, ada 6 hal yang termasuk tipuan paling besar.
1. Mengharapkan ampunan dari Allah, tetapi terus menerus melakukan dosa tanpa penyesalan
2. Merasa dekat dengan Allah, tetapi tidak melakukan ketaatan
3. Menunggu tanaman surga, tetapi selalu menyemai benih amalan neraka
4. Mencari istana orang-orang taat, tetapi selalu berbuat maksiat
5. Menanti pahala, tetapi tak mau beramal
6. Mendambakan kasih sayang Allah, tetapi selalu melanggar ketentuanNYA."
( Yahya bin Mu'adz radhiyallahu anhu )
Sobat RKI, yuk mari kita sama-sama memelihara diri dari segala perbuatan yang bisa menjadi penyebab hal-hal di atas.
Selalu ingat Allah dimanapun, kapanpun & sampai kapanpun.
Semoga Allah senantiasa meridhoi ... amiin
di ambil dari: Catatan RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF: 6 Tipu Daya Paling Berbahaya
Menetapkan Arah Qiblat dengan Bayangan Sinar Matahari
Mengetahui arah qiblat menjadi penting bagi umat Islam karena ia menjadi rujukan dalam melaksanakan sholat.
"Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah wajahmu ke arahnya ... " (Al Baqarah: 144)
Prinsip dasar dalam menentukan arah qiblat adalah:
- Jika shalat di dalam Masjidil Haram, hadapkanlah wajah ke Ka'bah
- Jika berada di luar Masjidil Haram (tetapi masih di wilayah Makkah), maka hadapkanlah ke Masjidil Haram
- Jika berada di luar kota Mekkah, arahkan wajah ke kota Mekkah
Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi sesungguhnya penetapan arah qiblat menjadi lebih mudah dan akurat, tidak sebagaimana di masa lalu yang hanya mengandalkan perkiraan.
Dengan mengetahui koordinat lokasi kota Mekkah (bahkan titik Ka'bah) dan koordinat posisi kita di muka bumi, maka arah Qiblat dapat ditetapkan. Sebagai contoh, dari perhitungan ini diperoleh hasil bahwa posisi kota Makkah terhadap Jawa Barat lebih kurang 65 derajat dari arah Utara ke Barat, atau 25 derajat dari arah Barat ke Utara. Arah tersebut kemudian dapat diketahui dengan bantuan alat Kompas ataupun yang lebih akurat dengan Teodolit.
Selain metode tersebut, ada metode yang lebih mudah dan sederhana dalam menentukan arah Qiblat yaitu dengan memanfaatkan bayangan sinar Matahari pada waktu-waktu Istimewa. Waktu istimewa adalah saat-saat matahari berada di atas atau di bawah kota Makkah (bahkan Ka'bah). Bila matahari tepat berada di atas kota Makkah (Ka'bah), bayangan seluruh benda di muka bumi otomatis dalam posisi segaris menjauhi kota Makkah (Ka'bah). Sebaliknya bila matahari tepat di bawah kota Makkah/Ka'bah (ingat bahwa bumi berbentuk bola), maka bayangan seluruh benda di muka bumi otomatis segaris menuju arah kota Makkah/Ka'bah.
Matahari tepat berada di atas kota Makkah selalu terjadi pada waktu-waktu berikut:
- 26 s/d 30 Mei, jam 16:18 WIB
- 14 s/d 18 Juli, jam 16:27 WIB
Sementara matahari berada di bawah kota Makkah pada tanggal:
- 12 s/d 16 Jan, jam 04:30 WIB
- 27 Nov s/d 1 Des, jam 04:09 WIB
Masing-masing jam tersebut dengan toleransi lebih kurang 5 menit.
Akhirnya, bagi anda yang berada di bagian Barat wilayah Indonesia silahkan mencoba metode sederhana ini nanti pada tanggal 26 s/d 30 Mei 2010, pukul 16:18 WIB. Paling akurat di tanggal 28 Mei. Bagi yang berada di wilayah Timur Indonesia tentunya tidak memungkinkan karena pada jam tersebut sudah kondisi malam. Anda yang berada di wilayah Timur Indonesia bisa melakukannya pada tanggal 12 s/d 16 Jan dan 27 Nop s/d 1 Des nanti.
Sekedar tips, bagi yang tinggal di perkotaan dan banyak terhalang gedung tinggi anda bisa mencari lokasi yang lebih tinggi (misal di atas gedung) yang sinar matahari tidak terhalang oleh apapun.
Oh iya, tentunya jika cuaca mendung hal ini juga tidak bisa dilakukan.
Selamat mencoba, dan jangan lupa barangkali arah qiblat masjid anda ternyata selama ini belum pas, mualai saat itu bisa anda koreksi. Tidak harus membongkar masjid, cukup dengan menggeser shaf dan karpetnya saja. Tentunya harus dibicarakan terlebih dahulu dengan seluruh pengurus DKM, agar tidak ada salah paham. Untuk konsultasi silahkan hubungi Kementrian Agama dalam hal ini Kantor Urusan Agama setempat.
Wassalam.
sumber:catatan facebook,Abu Rasyidah Judy Muhyiddin
"Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah wajahmu ke arahnya ... " (Al Baqarah: 144)
Prinsip dasar dalam menentukan arah qiblat adalah:
- Jika shalat di dalam Masjidil Haram, hadapkanlah wajah ke Ka'bah
- Jika berada di luar Masjidil Haram (tetapi masih di wilayah Makkah), maka hadapkanlah ke Masjidil Haram
- Jika berada di luar kota Mekkah, arahkan wajah ke kota Mekkah
Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi sesungguhnya penetapan arah qiblat menjadi lebih mudah dan akurat, tidak sebagaimana di masa lalu yang hanya mengandalkan perkiraan.
Dengan mengetahui koordinat lokasi kota Mekkah (bahkan titik Ka'bah) dan koordinat posisi kita di muka bumi, maka arah Qiblat dapat ditetapkan. Sebagai contoh, dari perhitungan ini diperoleh hasil bahwa posisi kota Makkah terhadap Jawa Barat lebih kurang 65 derajat dari arah Utara ke Barat, atau 25 derajat dari arah Barat ke Utara. Arah tersebut kemudian dapat diketahui dengan bantuan alat Kompas ataupun yang lebih akurat dengan Teodolit.
Selain metode tersebut, ada metode yang lebih mudah dan sederhana dalam menentukan arah Qiblat yaitu dengan memanfaatkan bayangan sinar Matahari pada waktu-waktu Istimewa. Waktu istimewa adalah saat-saat matahari berada di atas atau di bawah kota Makkah (bahkan Ka'bah). Bila matahari tepat berada di atas kota Makkah (Ka'bah), bayangan seluruh benda di muka bumi otomatis dalam posisi segaris menjauhi kota Makkah (Ka'bah). Sebaliknya bila matahari tepat di bawah kota Makkah/Ka'bah (ingat bahwa bumi berbentuk bola), maka bayangan seluruh benda di muka bumi otomatis segaris menuju arah kota Makkah/Ka'bah.
Matahari tepat berada di atas kota Makkah selalu terjadi pada waktu-waktu berikut:
- 26 s/d 30 Mei, jam 16:18 WIB
- 14 s/d 18 Juli, jam 16:27 WIB
Sementara matahari berada di bawah kota Makkah pada tanggal:
- 12 s/d 16 Jan, jam 04:30 WIB
- 27 Nov s/d 1 Des, jam 04:09 WIB
Masing-masing jam tersebut dengan toleransi lebih kurang 5 menit.
Akhirnya, bagi anda yang berada di bagian Barat wilayah Indonesia silahkan mencoba metode sederhana ini nanti pada tanggal 26 s/d 30 Mei 2010, pukul 16:18 WIB. Paling akurat di tanggal 28 Mei. Bagi yang berada di wilayah Timur Indonesia tentunya tidak memungkinkan karena pada jam tersebut sudah kondisi malam. Anda yang berada di wilayah Timur Indonesia bisa melakukannya pada tanggal 12 s/d 16 Jan dan 27 Nop s/d 1 Des nanti.
Sekedar tips, bagi yang tinggal di perkotaan dan banyak terhalang gedung tinggi anda bisa mencari lokasi yang lebih tinggi (misal di atas gedung) yang sinar matahari tidak terhalang oleh apapun.
Oh iya, tentunya jika cuaca mendung hal ini juga tidak bisa dilakukan.
Selamat mencoba, dan jangan lupa barangkali arah qiblat masjid anda ternyata selama ini belum pas, mualai saat itu bisa anda koreksi. Tidak harus membongkar masjid, cukup dengan menggeser shaf dan karpetnya saja. Tentunya harus dibicarakan terlebih dahulu dengan seluruh pengurus DKM, agar tidak ada salah paham. Untuk konsultasi silahkan hubungi Kementrian Agama dalam hal ini Kantor Urusan Agama setempat.
Wassalam.
sumber:catatan facebook,Abu Rasyidah Judy Muhyiddin
Kamis, 01 April 2010
Berbagi Cerita
Hati-hati berbicara dan menulis kata-kata….ALLAH kuasa membalasnya seketika itu juga
Kisah 1 : Lelaki Keledai
Kisah ini terjadi di Universitas 'Ain Syams, fakultas pertanian di Mesir. Sebuah kisah yang amat masyhur dan diekspos oleh berbagai media massa setempat dan sudah menjadi buah bibir orang-orang di sana.
Pada tahun 50-an masehi, di sebuah halaman salah satu fakultas Mesir, berdiri seorang mahasiswa sembari memegang jamnya dan
membelalakkan mata ke arahnya, lalu berteriak lantang, "Jika memang Allah ada, maka silahkan Dia mencabut nyawa saya satu jam dari sekarang!."
Ini merupakan kejadian yang langka dan disaksikan oleh mayoritas mahasiswa dan dosen di kampus tersebut. Menit demi menit pun berjalan dengan cepat hingga tibalah menit keenampuluh alias satu jam dari ucapan sang mahasiswa tersebut. Mengetahui belum ada gejala apa-apa dari ucapannya, sang mahasiswa ini berkacak pinggang, penuh dengan kesombongan sembari berkata kepada rekan-rekannya, "Bagaimana pendapat kalian, bukankah jika memang Allah ada, sudah pasti Dia mencabut nyawa saya?."
Para mahasiswapun pulang ke rumah masing-masing. Diantara mereka ada yang tergoda bisikan syaithan sehingga beranggapan, "Sesunguhnya Allah hanya menundanya karena hikmah-Nya di balik itu." Akan tetapi ada pula diantara mereka yang menggeleng-gelengkan kepala dan mengejeknya.
Sementara si mahasiswa yang lancang tadi, pulang ke rumahnya dengan penuh keceriaan, berjalan dengan angkuh seakan dia telah membuktikan dengan dalil 'aqly yang belum pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya bahwa Allah benar tidak ada dan bahwa manusia diciptakan secara serampangan; tidak mengenal Rabb, tidak ada hari kebangkitan dan hari Hisab. Dia masuk rumah, dan rupanya sang ibu sudah menyiapkan makan siang untuknya sedangkan sang ayah sudah menunggu sembari duduk di hadapan hidangan. Karenanya, sang anak ini bergegas sebentar ke 'Wastapel' di dapur. Dia berdiri di situ sembari mencuci muka dan tangannya, kemudian mengelapnya dengan tissue. Tatkala sedang dalam kondisi demikian, tiba-tiba dia terjatuh dan tersungkur di situ, lalu tidak bergerak-gerak lagi untuk selama-lamanya.
Yah…dia benar-benar sudah tidak bernyawa lagi. Ternyata, dari hasil pemeriksaan dokter diketahui bahwa sebab kematiannya hanyalah karena ada air yang masuk ke telinganya!!.
Mengenai hal ini, Dr.'Abdur Razzaq Nawfal -rahimahullah- berkata, "Allah hanya menghendaki dia mati seperti keledai!."
Sebagaimana diketahui berdasarkan penelitian ilmiah bahwa bila air masuk ke telinga keledai atau kuda, maka seketika ia akan mati ?!!!.
(Sumber: Majalah "al-Majallah", volume bulan Shafar 1423 H sebagai yang dinukil oleh Ibrahim bin 'Abdullah al-Hâzimiy dalam bukunya "Nihâyah azh-Zhâlimîn", Seri ke-9, h.73-74)
Kisah 2 : Wanita sengsara….Ketika Allah mengabulkan permintaan 'vila'nya di neraka….
Kisah ini ditulis oleh redaksi majalah Al-Manar, Mesir. Ia mengisahkan, "Musim panas merupakan ujian yang cukup berat, terutama bagi seorang muslimah. Ia dituntut untuk tetap mempertahankan pakaian kesopannanya. Gerah dan panas tak lantas menjadikan mereka menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan jilbab, kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki manfaat multi fungsi.
Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari kairo ke Alexandria, di sebuah mikrobus, ada seorang gadis muda yang berpakaian kurang layak untuk di deskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan.
Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja, cara berpakaiannya mengundang "perhatian" orang didalam mikrobus tersebut.
Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa cara berpakaiannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tidak baik bagi dirinya sendiri. Di samping mengingatkan bahwa cara berpakaian seperti itu melanggar aturan syar'i. Orang tua tersebut berbicara agak hati-hati dan pelan-pelan, sebagaimana layaknya seorang bapak berbicara kepada anaknya.
Tapi apa respon perempuan muda tersebut ? rupanya dia tersinggung lalu ia mengekspresikan kemarahannya dengan berkata, "Jika memang bapak mau, ini ponsel saya, tolong pesankan saya tempat di neraka tuhan anda !"Orang tua tersebut hanya bisa beristighfar sembari mengelus dadanya; kasihan nian gadis itu, semoga Allah memberinya hidayah.
Detik-detik berikutnya suasana begitu senyap, penumpang mikrobus mulai terlelap dalam kantuk.
Hingga sampailah perjalanan di ujung tujuan. Kini para penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi terhalangi oleh perempuan muda itu yang masih terlihat tidur.
"Bangunkan saja !" teriak seorang penumpang.
"Iya bangunkan saja" teriak penumpang lainnya.
Tapi perempuan muda tersebut tetap bungkam. Salah seorang penumpang lain mencoba mendekati si perempuan muda tersebut dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah.
Namun Astaghfirullahal 'Azhim ! Apakah yang terjadi ? ternyata perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi, ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan NERAKA.
Kontan seisi Mikrobus berucap Istghifar sembari menggeleng-gelengkan kepala. Sebuah akhir kehidupan yang menakutkan; mati dalam keadaan menantang ALLAH. Apakah Allah langsung memenuhi permintaan 'vila'nya untuk tinggal di neraka sana ????
Semoga kita bisa mengambil hikmahnya. Kepada teman-teman yang mau copas sangat dipersilahkan. Silahkan antum sebarkan ke teman-teman antum.
Salam ukhuwah dari akhukum fillah, Ibnu Abdul Bari el-afiifi.
Kisah 1 : Lelaki Keledai
Kisah ini terjadi di Universitas 'Ain Syams, fakultas pertanian di Mesir. Sebuah kisah yang amat masyhur dan diekspos oleh berbagai media massa setempat dan sudah menjadi buah bibir orang-orang di sana.
Pada tahun 50-an masehi, di sebuah halaman salah satu fakultas Mesir, berdiri seorang mahasiswa sembari memegang jamnya dan
membelalakkan mata ke arahnya, lalu berteriak lantang, "Jika memang Allah ada, maka silahkan Dia mencabut nyawa saya satu jam dari sekarang!."
Ini merupakan kejadian yang langka dan disaksikan oleh mayoritas mahasiswa dan dosen di kampus tersebut. Menit demi menit pun berjalan dengan cepat hingga tibalah menit keenampuluh alias satu jam dari ucapan sang mahasiswa tersebut. Mengetahui belum ada gejala apa-apa dari ucapannya, sang mahasiswa ini berkacak pinggang, penuh dengan kesombongan sembari berkata kepada rekan-rekannya, "Bagaimana pendapat kalian, bukankah jika memang Allah ada, sudah pasti Dia mencabut nyawa saya?."
Para mahasiswapun pulang ke rumah masing-masing. Diantara mereka ada yang tergoda bisikan syaithan sehingga beranggapan, "Sesunguhnya Allah hanya menundanya karena hikmah-Nya di balik itu." Akan tetapi ada pula diantara mereka yang menggeleng-gelengkan kepala dan mengejeknya.
Sementara si mahasiswa yang lancang tadi, pulang ke rumahnya dengan penuh keceriaan, berjalan dengan angkuh seakan dia telah membuktikan dengan dalil 'aqly yang belum pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya bahwa Allah benar tidak ada dan bahwa manusia diciptakan secara serampangan; tidak mengenal Rabb, tidak ada hari kebangkitan dan hari Hisab. Dia masuk rumah, dan rupanya sang ibu sudah menyiapkan makan siang untuknya sedangkan sang ayah sudah menunggu sembari duduk di hadapan hidangan. Karenanya, sang anak ini bergegas sebentar ke 'Wastapel' di dapur. Dia berdiri di situ sembari mencuci muka dan tangannya, kemudian mengelapnya dengan tissue. Tatkala sedang dalam kondisi demikian, tiba-tiba dia terjatuh dan tersungkur di situ, lalu tidak bergerak-gerak lagi untuk selama-lamanya.
Yah…dia benar-benar sudah tidak bernyawa lagi. Ternyata, dari hasil pemeriksaan dokter diketahui bahwa sebab kematiannya hanyalah karena ada air yang masuk ke telinganya!!.
Mengenai hal ini, Dr.'Abdur Razzaq Nawfal -rahimahullah- berkata, "Allah hanya menghendaki dia mati seperti keledai!."
Sebagaimana diketahui berdasarkan penelitian ilmiah bahwa bila air masuk ke telinga keledai atau kuda, maka seketika ia akan mati ?!!!.
(Sumber: Majalah "al-Majallah", volume bulan Shafar 1423 H sebagai yang dinukil oleh Ibrahim bin 'Abdullah al-Hâzimiy dalam bukunya "Nihâyah azh-Zhâlimîn", Seri ke-9, h.73-74)
Kisah 2 : Wanita sengsara….Ketika Allah mengabulkan permintaan 'vila'nya di neraka….
Kisah ini ditulis oleh redaksi majalah Al-Manar, Mesir. Ia mengisahkan, "Musim panas merupakan ujian yang cukup berat, terutama bagi seorang muslimah. Ia dituntut untuk tetap mempertahankan pakaian kesopannanya. Gerah dan panas tak lantas menjadikan mereka menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan jilbab, kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki manfaat multi fungsi.
Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari kairo ke Alexandria, di sebuah mikrobus, ada seorang gadis muda yang berpakaian kurang layak untuk di deskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan.
Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja, cara berpakaiannya mengundang "perhatian" orang didalam mikrobus tersebut.
Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa cara berpakaiannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tidak baik bagi dirinya sendiri. Di samping mengingatkan bahwa cara berpakaian seperti itu melanggar aturan syar'i. Orang tua tersebut berbicara agak hati-hati dan pelan-pelan, sebagaimana layaknya seorang bapak berbicara kepada anaknya.
Tapi apa respon perempuan muda tersebut ? rupanya dia tersinggung lalu ia mengekspresikan kemarahannya dengan berkata, "Jika memang bapak mau, ini ponsel saya, tolong pesankan saya tempat di neraka tuhan anda !"Orang tua tersebut hanya bisa beristighfar sembari mengelus dadanya; kasihan nian gadis itu, semoga Allah memberinya hidayah.
Detik-detik berikutnya suasana begitu senyap, penumpang mikrobus mulai terlelap dalam kantuk.
Hingga sampailah perjalanan di ujung tujuan. Kini para penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi terhalangi oleh perempuan muda itu yang masih terlihat tidur.
"Bangunkan saja !" teriak seorang penumpang.
"Iya bangunkan saja" teriak penumpang lainnya.
Tapi perempuan muda tersebut tetap bungkam. Salah seorang penumpang lain mencoba mendekati si perempuan muda tersebut dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah.
Namun Astaghfirullahal 'Azhim ! Apakah yang terjadi ? ternyata perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi, ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan NERAKA.
Kontan seisi Mikrobus berucap Istghifar sembari menggeleng-gelengkan kepala. Sebuah akhir kehidupan yang menakutkan; mati dalam keadaan menantang ALLAH. Apakah Allah langsung memenuhi permintaan 'vila'nya untuk tinggal di neraka sana ????
Semoga kita bisa mengambil hikmahnya. Kepada teman-teman yang mau copas sangat dipersilahkan. Silahkan antum sebarkan ke teman-teman antum.
Salam ukhuwah dari akhukum fillah, Ibnu Abdul Bari el-afiifi.
Hati-hati Maksiat
Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Ad-Da’ Wa Ad-Dawa’ menyebutkan riwayat-riwayat berikut ini (hlm 72-74): Ibnu Abi Ad-Dunya rahimahullah meriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, bahwasanya beliau dan seorang lagi masuk menemui ibunda ‘Aisyah radhiallahu anha, lalu orang tersebut berkata: “Wahai Ummul Mukminin! Beritahukanlah kepada kami tentang gempa.”
Ibunda ‘Aisyah radhiallahu anha menjawab: “Apabila mereka telah menghalalkan perzinahan, khamer dan alat musik, maka Allah subhanahu wa ta’ala marah di langitNya dan berfirman kepada bumi: “Bergoncanglah atas mereka! Jika mereka bertaubat dan meninggalkan perbuatan tersebut (berhentilah), jika tidak, maka hancurkanlah mereka!”
Orang tersebut berkata: “Wahai Ummul Mukminin! Apakah itu adzab atas mereka?” Beliau menjawab: “Itu adalah peringatan dan rahmat bagi orang-orang beriman, dan hukuman, adzab serta murka atas orang-orang kafir.”
Anas radhiallahu anhu berkata: “Aku tidak pernah mendengar hadis sepeninggal Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam yang lebih menyenangkanku daripada hadis ini.”
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah meriwayatkan dari Shafiyyah radhiallahu anha, beliau berkata: “Bumi bergoncang di Madinah pada masa Umar radhiallahu anhu, lalu beliau berkata: “Wahai manusia! Ada apa ini? Alangkah cepat penyimpanganmu! Kalau sekiranya bumi telah kembali seperti semula aku tidak akan tinggal bersamamu di sana.”
Berkata Ka’ab rahimahullah: “Sesungguhnya terjadinya gempa bumi adalah apabila dilakukan kemaksiatan di atasnya, lalu bumipun bergetar takut apabila Allah subhanahu wa ta’ala mengetahuinya."
sumber:http://id.mc767.mail.yahoo.com/
Ibunda ‘Aisyah radhiallahu anha menjawab: “Apabila mereka telah menghalalkan perzinahan, khamer dan alat musik, maka Allah subhanahu wa ta’ala marah di langitNya dan berfirman kepada bumi: “Bergoncanglah atas mereka! Jika mereka bertaubat dan meninggalkan perbuatan tersebut (berhentilah), jika tidak, maka hancurkanlah mereka!”
Orang tersebut berkata: “Wahai Ummul Mukminin! Apakah itu adzab atas mereka?” Beliau menjawab: “Itu adalah peringatan dan rahmat bagi orang-orang beriman, dan hukuman, adzab serta murka atas orang-orang kafir.”
Anas radhiallahu anhu berkata: “Aku tidak pernah mendengar hadis sepeninggal Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam yang lebih menyenangkanku daripada hadis ini.”
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah meriwayatkan dari Shafiyyah radhiallahu anha, beliau berkata: “Bumi bergoncang di Madinah pada masa Umar radhiallahu anhu, lalu beliau berkata: “Wahai manusia! Ada apa ini? Alangkah cepat penyimpanganmu! Kalau sekiranya bumi telah kembali seperti semula aku tidak akan tinggal bersamamu di sana.”
Berkata Ka’ab rahimahullah: “Sesungguhnya terjadinya gempa bumi adalah apabila dilakukan kemaksiatan di atasnya, lalu bumipun bergetar takut apabila Allah subhanahu wa ta’ala mengetahuinya."
sumber:http://id.mc767.mail.yahoo.com/
Minggu, 28 Februari 2010
Daur air dan kehidupan
Setiap saat, miliaran liter air berpindah dari lautan menuju atmosfer lalu menuju daratan. Kehidupan bergantung pada daur air ini. Andai manusia mencoba mengatur daur ini, ia tidak akan pernah berhasil, sekalipun menggunakan semua teknologi yang ada di dunia. Walaupun demikian, kita memperoleh air, yang merupakan syarat kehidupan yang utama dan terpenting, melalui penguapan tanpa mengeluarkan biaya maupun energi. Setiap tahunnya 45 miliar liter kubik air menguap dari lautan. Air yang menguap tersebut dibawa angin melintasi daratan dalam bentuk awan. Setiap tahun 3-4 miliar liter air dibawa dari lautan menuju daratan, menuju manusia.
Singkatnya, air yang daurnya tidak dapat kita atur, dan yang tanpanya kita tidak dapat hidup lebih dari beberapa hari dikirim kepada manusia dengan cara yang sangat istimewa.
Al Quran mengingatkan kepada kita bahwa hal ini merupakan salah satu bukti yang harus kita syukuri:
“Maka terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?” (QS. Al Waaqi'ah, 56: 68 70)
Air Turun ke Bumi Menurut Kadar Tertentu
Dalam ayat kesebelas surat Az-Zukhruf, hujan didefinisikan sebagai air yang dikirimkan “menurut kadar”. “Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan).”
Sudah tentu, hujan turun ke bumi dalam takaran yang tepat. Takaran pertama yang berhubungan dengan hujan adalah kecepatan turun-nya. Benda yang berat dan ukurannya sama dengan air hujan, bila dijatuhkan dari ketinggian 1.200 meter, akan mengalami percepatan terus-menerus dan jatuh ke bumi dengan kecepatan 558 km/jam. Akan tetapi, tata-rata kecepatan jatuhnya air hujan hanyalah 8-10 km/jam.
Air jatuh ke bumi dengan kecepatan yang rendah karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepatan yang lebih rendah. Andaikan bentuk titik hujan berbeda, atau andaikan atmosfer tidak memiliki sifat gesekan, bumi akan menghadapi kehancuran setiap turun hujan. Hal ini menjadi jelas hanya dengan melihat angka-angka di bawah ini secara sekilas.
Ketinggian minimum awan hujan adalah 1.200 meter. Efek yang ditimbulkan oleh satu tetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari keting-gian 15 cm. Awan hujan pun dapat ditemui pada ketinggian 10.000 meter. Pada kasus ini, satu tetes air yang jatuh akan memiliki efek yang sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari ketinggian 110 cm.
Dalam satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap dari bumi. Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam satu detik. Dalam satu tahun, diperkirakan jumlah ini akan mencapai 505x1012 ton. Air terus berputar dalam daur yang seimbang berdasarkan “takaran”.
Subhanallah!
Sumber: kopas,catatan facebook Gie Irawan
Manusia dan Alam Semesta, Harun Yahya.
Singkatnya, air yang daurnya tidak dapat kita atur, dan yang tanpanya kita tidak dapat hidup lebih dari beberapa hari dikirim kepada manusia dengan cara yang sangat istimewa.
Al Quran mengingatkan kepada kita bahwa hal ini merupakan salah satu bukti yang harus kita syukuri:
“Maka terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?” (QS. Al Waaqi'ah, 56: 68 70)
Air Turun ke Bumi Menurut Kadar Tertentu
Dalam ayat kesebelas surat Az-Zukhruf, hujan didefinisikan sebagai air yang dikirimkan “menurut kadar”. “Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan).”
Sudah tentu, hujan turun ke bumi dalam takaran yang tepat. Takaran pertama yang berhubungan dengan hujan adalah kecepatan turun-nya. Benda yang berat dan ukurannya sama dengan air hujan, bila dijatuhkan dari ketinggian 1.200 meter, akan mengalami percepatan terus-menerus dan jatuh ke bumi dengan kecepatan 558 km/jam. Akan tetapi, tata-rata kecepatan jatuhnya air hujan hanyalah 8-10 km/jam.
Air jatuh ke bumi dengan kecepatan yang rendah karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepatan yang lebih rendah. Andaikan bentuk titik hujan berbeda, atau andaikan atmosfer tidak memiliki sifat gesekan, bumi akan menghadapi kehancuran setiap turun hujan. Hal ini menjadi jelas hanya dengan melihat angka-angka di bawah ini secara sekilas.
Ketinggian minimum awan hujan adalah 1.200 meter. Efek yang ditimbulkan oleh satu tetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari keting-gian 15 cm. Awan hujan pun dapat ditemui pada ketinggian 10.000 meter. Pada kasus ini, satu tetes air yang jatuh akan memiliki efek yang sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari ketinggian 110 cm.
Dalam satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap dari bumi. Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam satu detik. Dalam satu tahun, diperkirakan jumlah ini akan mencapai 505x1012 ton. Air terus berputar dalam daur yang seimbang berdasarkan “takaran”.
Subhanallah!
Sumber: kopas,catatan facebook Gie Irawan
Manusia dan Alam Semesta, Harun Yahya.
Minggu, 21 Februari 2010
Catatan -Imam Auliya-: WANITA DAN AIR MATA
Terkadang ada hal yang membuatku bertanya-tanya tentang wanita,
Meski tak semua wanita bersikap demikian,
Namun inilah yang aku saksikan dari kebanyakan mereka,
Wanita dan air mata, sungguh dua perkara yang sangat akrab.
Di mataku, sebagai seorang yang awam tentang kaum hawa,
Sering ku menyaksikan wanita itu menangis tanpa alasan dan sebab yang jelas,
Namun satu yang ku yakini, bahwa tak mungkin ada kepulan asap tanpa adanya api yang menyulut,
Mungkin demikian pula halnya dengan tangisan setiap wanita, selalu ada makna yang tersembunyi di baliknya.
Tak jarang aku menyaksikan seorang ibu yang tiba-tiba menangis tatkala ia luput dari pandangan anak atau suaminya,
Namun dengan sigapnya pun ia menyeka air matanya tatkala perhatian sang anak atau sang suami mulai tertuju padanya,
Sungguh pemandangan yang sangat menarik dan penuh makna bagiku,
Seoarang ibu dari kaum hawa dengan lihai menyembunyikan kesedihannya demi stabilitas kebahagiaan orang-orang di sekitarnya.
Itulah wanita, makhluk yang diciptakan Allah Al-Kholiq Jalla wa A'laa dengan berbagai keutamaan,
Ia dikaruniai bahu yang lembut nan nyaman sebagai sandaran bayi yang tengah terlelap, namun juga kokoh untuk memikul berbagai beban dunia dengan segala hiruk pikuknya,
Ia pun dikaruniai perangai yang lembut dan kesabaran yang luar biasa dalam merawat keluarganya dengan penuh ketulusan dan cinta kasih tanpa keluh kesah,
Ia pun dikarunia ketegaran dan keperkasaan sehingga ia mampu tetap bertahan dan pantang menyerah tatkala yang lainnya mulai terbentur oleh keputus asa-an,
Ia pun dikarunia kekuatan untuk melindungi suami dan anak-anaknya dari keterpurukan tatkala tengah berada di masa-masa sulit, sebagaimana di dalam tubuh manusia tulang rusuklah yang sangat setia melindungi jantung dan hati dari berbagai hantaman dari luar yang senantiasa mengancam eksistensinya,
Ia pun dikaruniai jiwa yang teramat besar yang menyebabkan cintanya kepada anak-anaknya tak mudah pudar meski tak jarang ia menerima cerca yang memilukan dari anaknya sendiri -wal 'iyadzubillah-,
Dan mungkin juga karenanya ia dikaruniai air mata ketabahan sebagai salah satu keutamaan baginya, yakni sebagai sejata yang dapat ia gunakan kapanpun ia butuhkan tatkala ia ingin berontak akan segala kepenatan yang ada, namun ia tak sanggup menyalahi fitrahnya selaku makhluk yang penuh dengan kelembutan.
AIR MATA SEORANG WANITA ATAU IBU BUKANLAH SEBAGAI TANDA LEMAHNYA MEREKA, NAMUN JUSTRU SEBAGAI BUKTI BAHWA MEREKA BUKANLAH MAKHLUK YANG LEMAH YANG BOLEH SEENAKNYA DIJAJAH OLEH KAUM YANG MERASA KUAT, BETAPA BANYAK DI ANTARA WANITA ATAU IBU ITU YANG SESUNGGUHNYA TERMASUK MAKHLUK YANG KUAT, DIMANA KEJENUHAN YANG SEHARUSNYA TERLAMPIASKAN OLEH AMUKAN YANG DAHSYAT, MAMPU IA REDAM SECARA BIJAK CUKUP DENGAN ALIRAN AIR MATA DALAM KESUNYIANNYA HINGGA TAK MEMBAHAYAKAN ORANG LAIN DISEKITARNYA.
Wanita dan air mata,
Wallahu a'lamu humaa,
Wanita dan air mata,
Sungguh ku masih tak mengerti secara sempurna, misteri agung apa yang tersembunyi di balik keduanya.
(Dari Sebuah Bilik Di Kota Makassar, Jum'at Mubarak 5 Robi'ul Ulaa 1431 H / 19 Februari 2010).
NB:
Note ini hanya bertujuan sebagai bahan renungan bagi siapa saja yang merasa membutuhkannya, agar kelak setiap orang mau belajar menghargai setiap wanita dengan air mata mereka (para wanita), hatta tidak ada lagi kaum yang berbuat dzholim dengan merendahkan dan meremehkan kaum wanita hanya karena air matanya yang mudah meleleh.
Adapun jika di dalam note ini terdapat kata-kata yang mungkin saja menyalahi Al-Qur'an ataupun As-Sunnah (wallahu a'lam) maka kami mohon maaf atas segala kekhilafan yang sungguh tak kami sengaja, dan kami senantiasa memohon ampun kepada Allah Al-Ghofur Jalla wa A'laa atas kehilafan tersebut yang mungkin adanya.
Semoga bermanfaat.
Min Al Faqir Ilallah -Imam Auliya-
Meski tak semua wanita bersikap demikian,
Namun inilah yang aku saksikan dari kebanyakan mereka,
Wanita dan air mata, sungguh dua perkara yang sangat akrab.
Di mataku, sebagai seorang yang awam tentang kaum hawa,
Sering ku menyaksikan wanita itu menangis tanpa alasan dan sebab yang jelas,
Namun satu yang ku yakini, bahwa tak mungkin ada kepulan asap tanpa adanya api yang menyulut,
Mungkin demikian pula halnya dengan tangisan setiap wanita, selalu ada makna yang tersembunyi di baliknya.
Tak jarang aku menyaksikan seorang ibu yang tiba-tiba menangis tatkala ia luput dari pandangan anak atau suaminya,
Namun dengan sigapnya pun ia menyeka air matanya tatkala perhatian sang anak atau sang suami mulai tertuju padanya,
Sungguh pemandangan yang sangat menarik dan penuh makna bagiku,
Seoarang ibu dari kaum hawa dengan lihai menyembunyikan kesedihannya demi stabilitas kebahagiaan orang-orang di sekitarnya.
Itulah wanita, makhluk yang diciptakan Allah Al-Kholiq Jalla wa A'laa dengan berbagai keutamaan,
Ia dikaruniai bahu yang lembut nan nyaman sebagai sandaran bayi yang tengah terlelap, namun juga kokoh untuk memikul berbagai beban dunia dengan segala hiruk pikuknya,
Ia pun dikaruniai perangai yang lembut dan kesabaran yang luar biasa dalam merawat keluarganya dengan penuh ketulusan dan cinta kasih tanpa keluh kesah,
Ia pun dikarunia ketegaran dan keperkasaan sehingga ia mampu tetap bertahan dan pantang menyerah tatkala yang lainnya mulai terbentur oleh keputus asa-an,
Ia pun dikarunia kekuatan untuk melindungi suami dan anak-anaknya dari keterpurukan tatkala tengah berada di masa-masa sulit, sebagaimana di dalam tubuh manusia tulang rusuklah yang sangat setia melindungi jantung dan hati dari berbagai hantaman dari luar yang senantiasa mengancam eksistensinya,
Ia pun dikaruniai jiwa yang teramat besar yang menyebabkan cintanya kepada anak-anaknya tak mudah pudar meski tak jarang ia menerima cerca yang memilukan dari anaknya sendiri -wal 'iyadzubillah-,
Dan mungkin juga karenanya ia dikaruniai air mata ketabahan sebagai salah satu keutamaan baginya, yakni sebagai sejata yang dapat ia gunakan kapanpun ia butuhkan tatkala ia ingin berontak akan segala kepenatan yang ada, namun ia tak sanggup menyalahi fitrahnya selaku makhluk yang penuh dengan kelembutan.
AIR MATA SEORANG WANITA ATAU IBU BUKANLAH SEBAGAI TANDA LEMAHNYA MEREKA, NAMUN JUSTRU SEBAGAI BUKTI BAHWA MEREKA BUKANLAH MAKHLUK YANG LEMAH YANG BOLEH SEENAKNYA DIJAJAH OLEH KAUM YANG MERASA KUAT, BETAPA BANYAK DI ANTARA WANITA ATAU IBU ITU YANG SESUNGGUHNYA TERMASUK MAKHLUK YANG KUAT, DIMANA KEJENUHAN YANG SEHARUSNYA TERLAMPIASKAN OLEH AMUKAN YANG DAHSYAT, MAMPU IA REDAM SECARA BIJAK CUKUP DENGAN ALIRAN AIR MATA DALAM KESUNYIANNYA HINGGA TAK MEMBAHAYAKAN ORANG LAIN DISEKITARNYA.
Wanita dan air mata,
Wallahu a'lamu humaa,
Wanita dan air mata,
Sungguh ku masih tak mengerti secara sempurna, misteri agung apa yang tersembunyi di balik keduanya.
(Dari Sebuah Bilik Di Kota Makassar, Jum'at Mubarak 5 Robi'ul Ulaa 1431 H / 19 Februari 2010).
NB:
Note ini hanya bertujuan sebagai bahan renungan bagi siapa saja yang merasa membutuhkannya, agar kelak setiap orang mau belajar menghargai setiap wanita dengan air mata mereka (para wanita), hatta tidak ada lagi kaum yang berbuat dzholim dengan merendahkan dan meremehkan kaum wanita hanya karena air matanya yang mudah meleleh.
Adapun jika di dalam note ini terdapat kata-kata yang mungkin saja menyalahi Al-Qur'an ataupun As-Sunnah (wallahu a'lam) maka kami mohon maaf atas segala kekhilafan yang sungguh tak kami sengaja, dan kami senantiasa memohon ampun kepada Allah Al-Ghofur Jalla wa A'laa atas kehilafan tersebut yang mungkin adanya.
Semoga bermanfaat.
Min Al Faqir Ilallah -Imam Auliya-
Langganan:
Postingan (Atom)