CATATAN FACEBOOK DARI: Raffli Pinball,06 Desember jam 23:19
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan
Wanita Muslimah harus memelihara rambutnya dan membiarkannya panjang, dan haram mencukur atau memotong kecuali karena darurat. Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh Rahimahullah, Mufti kerajaan Saudi Arabia berkata, "Rambut kepala wanita tidak boleh dicukur (dipotong), berdasarkan hadits yang diriwayatkan An Nasa'i dalam Sunannya dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu'anhu, dan diriwayatkan Al Bazzar dalam Musnadnya dengan sanadnya dari Utsman bin Affan Radhiallahu'anhu, serta diriwayatkan Ibnu Jarir dengan sanadnya dari Ikrimah Radhiallahu'anhu, mereka berkata,
"Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam melarang wanita mencukur (memotong) rambutnya."
(Kaidah: Suatu larangan jika datangnya dari nabi Shalallahu'alaihi wasallam maka bentuk larangan itu menetapkan hukum pengharaman selagi tidak ada dalil lain yang menentangnya.)
Mulla Ali Qari dalam kitabnya Al Mirqat Syarh Al Misykat berkata: Kata penulis Al Misykat, "Sekiranya wanita mencukur (memotong) rambutnya", yang demikian itu karena rambut panjang mengurai ke belakang yang merupakan kekhasan bagi wanita. Ditinjau dari bentuk dan keindahannya adalah laksana jenggot yang merupakan kekhasan bagi lelaki" [Syaikh Muhammad Ibrahim, Majmu' Fatawa 2/49]
Adapun memotong rambut wanita jika hal itu bukan untuk tujuan mempercantik diri, seperti karena ketidak mampuan membiayai perawatan rambut atau karena rambut itu panjang sekali dan merepotkan, maka tidak mengapa memotongnya sebatas keperluan, seperti yang pernah dilakukan sebagian istri-istri nabi Shallallahu'alaihi wasallam sepeninggal beliau, dikarenakan mereka tidak lagi butuh mempercantik diri (untuk beliau) dan tidak butuh lagi untuk memanjangkan rambut.
Namun, jika tujuan wanita memotong rambutnya adalah untuk meniru-niru trend wanita kafir atau fasiq, atau untuk meniru-niru lelaki, maka tidak diragukan lagi bahwa itu diharamkan karena adanya larangan tasyabbuh (berlaku serupa) dengan orang-orang kafir secara umum, disamping larangan bagi wanita menyerupai lelaki. Juga jika tujuannya adalah untuk berhias diri di mata selain mahramnya, zhahirnya dalil bahwa hal itu tidak boleh.
Guru kami, Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi dalam kitabnya Adhwa' Al Bayan mengatakan, "Kebiasaan yang berlaku di berbagai negara, yaitu wanita memangkas rambutnya sampai pendek hampir di pangkal rambut, kebiasaan ini adalah mode tradisi Eropa yang menyimpang dari apa yang dilakukan wanita Islam dan wanita Arab sebelum datangnya Islam. Hal ini termasuk penyimpangan dari agama, akhlak (etika), kepribadian, dan lain-lainnya."
Selanjunya beliau memberikan jawaban tentang hadits, "Bahwa istri-istri nabi Shallallahu'alaihi wasallam memotong sebagian rambut kepala mereka hingga tipis seakan tidak meleibihi dua daun telingan": Bahwasanya istri-istri nabi Shallallahu'alaihi wasallam memendekkan rambut kepala mereka hal itu tak lain adalah karena dahulunya semasa bersama nabi mereka berhias diri untuk nabi. Sedang hiasan terindah mereka adalah rambut mereka. Adapun setelah wafat beliau maka mereka memiliki kekhususan hukum yang tidak seorangpun dari wanita sedunia boleh disamakan dengan mereka. Yaitu, bahwa mereka sudah tidak ada harapan lagi sedikitpun untuk menikah lagi. Sedangkan terputusnya harapan mereka untuk menikah lagi itu adalah rasa keterputusan harapan yang tak tercampur sedikitipun oleh keinginan-keinginan birahi. Jadi mereka bagaikan wanita yang masih terus menjalani masa iddahnya sepeninggal suami yang terus terkurung sampai meninggal karena (ditinggal) nabi Shallallahu'alaihi wasallam. Dalam hal ini Allah Subhanahu wata'ala berfirman, وَلا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا
"dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah." (Al Ahzab: 53)
Sedangkan keterputusan harapan secara total dari dinikahi lelaki kadangkala menjadi sebab adanya rukhshah (keringanan hukum) untuk sedikit mengabaikan menghias diri, yang hal itu tidak dibenarkan dengan tanpa adanya sebab itu" [Adhwa' Al Bayan 5/598-601]
Maka hendaknya wanita memelihara dan merawat dengan baik rambutnya dan mengelabangnya tiga, dan tidak boleh menggelungnya jadi satu di atas kepala atau kuduknya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Fatawa 145 berkata, "Sebagaimana apa yang sengaja dilakukan oleh sebagian wanita tuna susila dengan mengepang rambutnya jadi satu terhulur antara kedua pundaknya."
Syaikh Muhammad bin Ibrahim Rahimahullah, Mufti kerajaan Saudi Arabia mengatakan, "Adapun yang dilakukan wanita di kalangan umat Islam di masa kini dengan menyisir rambutnya berbelah dua dan mengelungnya jadi satu dikuduknya atau di atas kepalannya, seperti yang dilakukan wanita Eropa, hal ini tidak boleh karena pada perbuatan itu terdapat unsur meniru-niru wanita di kalangan masyarakat kafir.
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا بَعْدُ، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلاَتٌ مُمِيْلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Ada dua golongan dari penduduk Neraka yang keduanya belum pernah aku lihat, pertama: satu kaum yang memiliki cemeti-cemeti seperti ekor sapi yang dengannya mereka memukul manusia. Kedua: para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka menyimpangkan lagi menyelewengkan orang dari kebenaran. Kepala-kepala mereka seperti punuk unta yang miring/condong. Mereka ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium wangi surga, padahal wangi surga sudah tercium dari jarak perjalanan sejauh ini dan itu.” (HR. Muslim no. 5547)
Sebagian ulama menafsiri kata ma'ilat mumilat dengan arti bahwasanya mereka merias dan menyisir rambut mereka dengan tata rias dan sisiran melengkuk-lengkuk layaknya tatarias rambut wanita tuna susila dan mereka merias dan menyisir wanita lain seperti itu. Inilah gaya tata rias rambut wanita Eropa dan wanita di kalangan umat Islam yang mengikuti langkah mereka. [Majmu' Fatawa Asy Syaikh Muhammad bin Ibrahim 2/47. Lihat juga Al Idhah wat Tabyin Syaikh Mahmud Tuwaiji hal 85]
Sebagaimana halnya wanita Muslimah dilarang mencukur atau memendekkan rambutnya tanpa adanya kebutuhan (yang dibenarkan syariat), ia pun dilarang menyambung dan menambahnya dengan rambut lain berdasarkan hadits di dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim,
وعن أسماء رَضِيَ اللَّهُ عَنْها أن امرأة سألت النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم فقالت: يا رَسُول اللَّهِ إن ابنتي أصابتها الحصبة فتمرق شعرها وإني زوجتها أفأصل فيه؟ فقال: <لعن الواصلة والموصولة> مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
"Dari Asma' radhiallahu 'anha bahwasanya ada seorang wanita bertanya kepada Nabi Shallallahu'alaihi wasallam lalu berkata: "Ya Rasulullah, sesungguhnya anak saya perempuan itu terkena penyakit campak lalu rontoklah rambutnya dan saya sudah mengawinkannya, apakah boleh saya hubungkan rambutnya itu dengan rambut orang lain -dengan diberi cemara dan sebagainya?" Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Allah melaknat kepada orang yang menghubungkan rambut dengan rambut orang lain dan melaknat pula kepada orang yang rambutnya dihubungkan dengan rambut orang lain." (Muttafaq 'alaih)
Di samping itu, menyambung rambut dengan rambut lain adalah tindakan pemalsuan. Termasuk penyambungan rambut yang diharamkan adalah mengenakan wig (rambut palsu; sanggul; konde) seperti yang dikenal di masa kini.
Imam Al Bukhari, Muslim, dan lainnya meriwayatkan bahwa Mu'awiyah Radhiallahu'anhu sesampainya di Madinah berpidato dan mengeluarkan seikat rambut yang tertata -atau seikat jambul- lalu berkata, "Mengapa wanita-wanita kamu memasang di kepala mereka semacam ini? saya mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda,
"Tidaklah seorang wanita memasang di kepalanya rambut dari rambut-rambut lainnya hal itu adalah suatu pemalsuan."
[Dinukil dari kitab Tanbiihat 'ala Ahkam Takhtash bil Mukminat, Penulis Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan, Edisi Indonesia Sentuhan Nilai Kefiqihan Untuk Wanita Beriman, Diterbitkan oleh Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia di Jakarta, hal. 14-18]
Sumber: http://www.pencerahanhati.com/index.php?option=com_myblog&show=wanita-muslimah-harus-memelihara-rambutnya-dan-membiarkannya-panjang.html&Itemid=82
Senin, 07 Desember 2009
Minggu, 06 Desember 2009
INFO WEB MUSLIM
Inilah beberapa alamat web yang dikelola oleh muslim, dan kami berharap pembaca bisa memberikan masukan alamat-alamat web / situs muslim di kotak komentar , agar bisa memberi info tambahan tentang alamat web muslim di halaman ini:
A
* http://www.alirsyad.net
* http://www.alirsyad.or.id
* http://www.alirsyad.org
* http://www.al-ikhwan.net
* http://www.arrahmah.com/
* http://www.al-hikam.or.id/
* http://www.anshartauhid.com/
* http://www.aldakwah.org
* http://www.alsofwah.or.id
* http://www.alghuroba.org/
* http://wheeqo.web.id
* http://www.ahlussunnah.web.id
* http://www.al-aisar.com/
* http://www.almanhaj.or.id
* http://www.assunnah.or.id
* http://www.assunnah.web.id
* http://www.at-taqwa.com/
* http://www.at-tibyan.com/
* http://www.ahlussunnah-jakarta.org
* http://www.akhwat.web.id
* http://www.al-ilmu.com
* http://www.almakassari.com
* http://www.an-nashihah.com
* http://www.assalafy.org
* http://www.asysyariah.com
* http://www.al-jamaah.net/
* http://www.almuhajirun.com/
* http://www.alqoidun.net
* http://www.al-hikam.or.id/
* http://www.amanatnasional.net
* www.alislam.or.id
*
B
* http://www.bmh-jatim.org/
* http://www.bmh.or.id
*
C
* http://www.cybermq.com/
* http://www.citraalam.org
* http://www.cybernu.net
* http://www.cybernu.org
* http://www.cambuk-hati.web.id/
D
* http://www.dpu-online.com
* http://www.dtjakarta.or.id
* http://www.dtnews.net
* http://www.dakwahkampus.com
* http://www.dakwahkampusriau.net
* http://www.detikislam.com
* http://www.diktilitbang-muhammadiyah.or.id
* http://www.dutamasyarakat.com/
* http://www.darussalaf.or.id
* http://dakta.com/
*
E
* http://eramuslim.com/
* http://eramuslim.net/
F
* http://www.fpi.or.id/
* http://www.fajrifm.com
* http://www.fatwa-ulama.com
* http://www.fatayat.or.id/
*
G
* http://www.gaulislam.com
* http://www.gemapembebasan.or.id
* http://www.gp-ansor.org/
* http://www.gusmus.net
* http://www.gsalaf.com
* http://www.galerikeadilan.net
*
H
*
* Hadis Muslim
* Hadis sunan At Tirmidzi
* Hadis sunan An nasai
* Hadis sunan Abu Daud
* Hadis sunan Ibnu Majah
* Hadis musnad Ahmad
* http://www.hizbut-tahrir.or.id
* http://www.hidayatullah.com
* http://www.hidayatullah.or.id/
* http://www.hidayatullahbpp.com
* http://www.himapersis.org
* http://www.hakekat.com
* http://www.hang106.or.id
* www.harunyahya.com
I
* http://www.integral.sch.id/
* http://www.ibnukatsir.com/
* http://www.islam-download.net
* http://www.ikhwanmuslim.or.id
* http://www.imm.or.id/
* http://www.irmmania.org/
* www.islamic-awaraness.org
* islamicity.com
*
J
* http://www.jamaahmuslimin.com
* http://www.jilbab.or.id
*
K
* http://www.khilafah-centre.com
* http://www.khilafah1924.org/
* http://www.keadilanbogor.or.id
* http://www.keadilan-jepang.org
M
* http://www.manajemenqolbu.com
* http://www.mushida.org
* http://www.mediaumat.com
* http://www.muslimuda.org
* http://www.majelismujahidinindonesia.com/
* http://www.muhammadiyah.or.id/
* http://www.muhammadiyah-tabligh.or.id
* http://www.maarif-nu.or.id/
* http://www.muslimat-nu.or.id/
* http://www.mimbarislami.or.id
* http://www.majalah-nikah.com
* http://www.manhaj.or.id
* http://www.muslim.or.id
* http://www.muslimah.or.id
* http://myquran.org
* 2muslim.com.com
N
* http://www.ngaji-online.com
* http://www.nu.or.id/
* http://www.nucim.org/
* http://www.numesir.org
* http://www.nupakistan.or.id/
* http://www.nusaudi.or.id/
* http://www.nusyria.net/
P
* http://www.peduli-syariah.com
* http://www.pesantrenvirtual.com
* http://www.pbr.or.id
* http://www.pbb-online.org/
* http://www.p2b-center.org
* http://www.pan.or.id
* http://www.pandki.org
* http://www.pks.or.id
* http://www.pks-aceh.org
* http://www.pks-aceh-utara.org
* http://www.pks-anz.org
* http://www.pks-bandarlampung.org/
* http://www.pks-bandung.org
* http://www.pks-banjarmasin.or.id
* http://www.pks-banten.or.id
* http://www.pks-banyumas.or.id
* http://www.pks-batam.or.id
* http://www.pks-bekasi.or.id
* http://www.pks-depok.or.id
* http://www.pks-diy.or.id
* http://www.pk-sejahtera.nl
* http://www.pk-sejahtera.org
* http://www.pk-sejahtera.org.uk
* http://www.pk-sejahtera.us
* http://www.pks-jabar.org
* http://www.pks-jakarta.or.id
* http://www.pks-jaksel.or.id
* http://www.pks-jateng.or.id
* http://www.pksjatim.org
* http://www.pks-jerman.org
* http://www.pks-kabbandung.org
* http://www.pks-kab-bekasi.org
* http://www.pks-kabtangerang.or.id
* http://www.pks-kalsel.or.id
* http://www.pkskotajambi.org/
* http://www.pks-kotatangerang.or.id
* http://www.pkslampung.org
* http://www.pks-majalengka.or.id
* http://www.pks-malang.or.id
* http://www.pks-malaysia.com
* http://www.pks-maluku.or.id
* http://www.pkspekanbaru.org
* http://www.pks-qatar.org
* http://www.pksriau.org
* http://www.pks-sg.org
* http://www.pks-sidoarjo.org
* http://www.pks-sleman.org
* http://www.pks-sulsel.or.id
* http://www.pks-sumut.or.id
* http://www.pks-surabaya.or.id
* http://www.pks-uae.com
* www.pakdenono.com
R
* http://republika.co.id/
* http://www.rumahpan.com
* http://www.radiorodja.com/
*
S
* http://www.suara-islam.com
* http://www.smahidayatullah.com/
* http://www.stimhidayatullah.com/
* http://www.stishidayatullah.ac.id/
* http://www.syabab.com
* http://www.syariahpublications.com/
* http://www.sidogiri.com/
* http://www.syarikat.org
* http://swaramuslim.net/
* http://swaramuslim.com
* http://www.salafy.or.id
* http://www.sunnah.or.id
* http://www.sahidian.web.id
* http://www.salafi.or.id
* http://www.salafindo.com
* http://www.salafyoon.net
* http://www.soal-jawab.com
T
*
* Tafsir Ath Thobary
* Tafsir Ibnu Katsir – Arab
* Tafsir Ibnu Katsir – Inggris
* Tafsir Al Qurthubi
* Tafsir Fathul Qaadir
* Tafsir Ibnu Abbas
* Tafsir Al Azhar
* http://www.tokoislamonline.com
* http://www.thullabul-ilmiy.or.id
* http://www.thaybah.or.id/
W
* http://www.wahdah.or.id
Y
* http://www.yamnm.org
SUMBER:http://answering.wordpress.com/info-web-muslim/
A
* http://www.alirsyad.net
* http://www.alirsyad.or.id
* http://www.alirsyad.org
* http://www.al-ikhwan.net
* http://www.arrahmah.com/
* http://www.al-hikam.or.id/
* http://www.anshartauhid.com/
* http://www.aldakwah.org
* http://www.alsofwah.or.id
* http://www.alghuroba.org/
* http://wheeqo.web.id
* http://www.ahlussunnah.web.id
* http://www.al-aisar.com/
* http://www.almanhaj.or.id
* http://www.assunnah.or.id
* http://www.assunnah.web.id
* http://www.at-taqwa.com/
* http://www.at-tibyan.com/
* http://www.ahlussunnah-jakarta.org
* http://www.akhwat.web.id
* http://www.al-ilmu.com
* http://www.almakassari.com
* http://www.an-nashihah.com
* http://www.assalafy.org
* http://www.asysyariah.com
* http://www.al-jamaah.net/
* http://www.almuhajirun.com/
* http://www.alqoidun.net
* http://www.al-hikam.or.id/
* http://www.amanatnasional.net
* www.alislam.or.id
*
B
* http://www.bmh-jatim.org/
* http://www.bmh.or.id
*
C
* http://www.cybermq.com/
* http://www.citraalam.org
* http://www.cybernu.net
* http://www.cybernu.org
* http://www.cambuk-hati.web.id/
D
* http://www.dpu-online.com
* http://www.dtjakarta.or.id
* http://www.dtnews.net
* http://www.dakwahkampus.com
* http://www.dakwahkampusriau.net
* http://www.detikislam.com
* http://www.diktilitbang-muhammadiyah.or.id
* http://www.dutamasyarakat.com/
* http://www.darussalaf.or.id
* http://dakta.com/
*
E
* http://eramuslim.com/
* http://eramuslim.net/
F
* http://www.fpi.or.id/
* http://www.fajrifm.com
* http://www.fatwa-ulama.com
* http://www.fatayat.or.id/
*
G
* http://www.gaulislam.com
* http://www.gemapembebasan.or.id
* http://www.gp-ansor.org/
* http://www.gusmus.net
* http://www.gsalaf.com
* http://www.galerikeadilan.net
*
H
*
* Hadis Muslim
* Hadis sunan At Tirmidzi
* Hadis sunan An nasai
* Hadis sunan Abu Daud
* Hadis sunan Ibnu Majah
* Hadis musnad Ahmad
* http://www.hizbut-tahrir.or.id
* http://www.hidayatullah.com
* http://www.hidayatullah.or.id/
* http://www.hidayatullahbpp.com
* http://www.himapersis.org
* http://www.hakekat.com
* http://www.hang106.or.id
* www.harunyahya.com
I
* http://www.integral.sch.id/
* http://www.ibnukatsir.com/
* http://www.islam-download.net
* http://www.ikhwanmuslim.or.id
* http://www.imm.or.id/
* http://www.irmmania.org/
* www.islamic-awaraness.org
* islamicity.com
*
J
* http://www.jamaahmuslimin.com
* http://www.jilbab.or.id
*
K
* http://www.khilafah-centre.com
* http://www.khilafah1924.org/
* http://www.keadilanbogor.or.id
* http://www.keadilan-jepang.org
M
* http://www.manajemenqolbu.com
* http://www.mushida.org
* http://www.mediaumat.com
* http://www.muslimuda.org
* http://www.majelismujahidinindonesia.com/
* http://www.muhammadiyah.or.id/
* http://www.muhammadiyah-tabligh.or.id
* http://www.maarif-nu.or.id/
* http://www.muslimat-nu.or.id/
* http://www.mimbarislami.or.id
* http://www.majalah-nikah.com
* http://www.manhaj.or.id
* http://www.muslim.or.id
* http://www.muslimah.or.id
* http://myquran.org
* 2muslim.com.com
N
* http://www.ngaji-online.com
* http://www.nu.or.id/
* http://www.nucim.org/
* http://www.numesir.org
* http://www.nupakistan.or.id/
* http://www.nusaudi.or.id/
* http://www.nusyria.net/
P
* http://www.peduli-syariah.com
* http://www.pesantrenvirtual.com
* http://www.pbr.or.id
* http://www.pbb-online.org/
* http://www.p2b-center.org
* http://www.pan.or.id
* http://www.pandki.org
* http://www.pks.or.id
* http://www.pks-aceh.org
* http://www.pks-aceh-utara.org
* http://www.pks-anz.org
* http://www.pks-bandarlampung.org/
* http://www.pks-bandung.org
* http://www.pks-banjarmasin.or.id
* http://www.pks-banten.or.id
* http://www.pks-banyumas.or.id
* http://www.pks-batam.or.id
* http://www.pks-bekasi.or.id
* http://www.pks-depok.or.id
* http://www.pks-diy.or.id
* http://www.pk-sejahtera.nl
* http://www.pk-sejahtera.org
* http://www.pk-sejahtera.org.uk
* http://www.pk-sejahtera.us
* http://www.pks-jabar.org
* http://www.pks-jakarta.or.id
* http://www.pks-jaksel.or.id
* http://www.pks-jateng.or.id
* http://www.pksjatim.org
* http://www.pks-jerman.org
* http://www.pks-kabbandung.org
* http://www.pks-kab-bekasi.org
* http://www.pks-kabtangerang.or.id
* http://www.pks-kalsel.or.id
* http://www.pkskotajambi.org/
* http://www.pks-kotatangerang.or.id
* http://www.pkslampung.org
* http://www.pks-majalengka.or.id
* http://www.pks-malang.or.id
* http://www.pks-malaysia.com
* http://www.pks-maluku.or.id
* http://www.pkspekanbaru.org
* http://www.pks-qatar.org
* http://www.pksriau.org
* http://www.pks-sg.org
* http://www.pks-sidoarjo.org
* http://www.pks-sleman.org
* http://www.pks-sulsel.or.id
* http://www.pks-sumut.or.id
* http://www.pks-surabaya.or.id
* http://www.pks-uae.com
* www.pakdenono.com
R
* http://republika.co.id/
* http://www.rumahpan.com
* http://www.radiorodja.com/
*
S
* http://www.suara-islam.com
* http://www.smahidayatullah.com/
* http://www.stimhidayatullah.com/
* http://www.stishidayatullah.ac.id/
* http://www.syabab.com
* http://www.syariahpublications.com/
* http://www.sidogiri.com/
* http://www.syarikat.org
* http://swaramuslim.net/
* http://swaramuslim.com
* http://www.salafy.or.id
* http://www.sunnah.or.id
* http://www.sahidian.web.id
* http://www.salafi.or.id
* http://www.salafindo.com
* http://www.salafyoon.net
* http://www.soal-jawab.com
T
*
* Tafsir Ath Thobary
* Tafsir Ibnu Katsir – Arab
* Tafsir Ibnu Katsir – Inggris
* Tafsir Al Qurthubi
* Tafsir Fathul Qaadir
* Tafsir Ibnu Abbas
* Tafsir Al Azhar
* http://www.tokoislamonline.com
* http://www.thullabul-ilmiy.or.id
* http://www.thaybah.or.id/
W
* http://www.wahdah.or.id
Y
* http://www.yamnm.org
SUMBER:http://answering.wordpress.com/info-web-muslim/
Sabtu, 05 Desember 2009
PRESIDEN TERMISKIN DUNIA
Presiden Teladan, Presiden Termiskin Dunia (no SARA)
Semoga ini menjadi bahan renungan kita, terutama orang kalangan atas pejabat dan menteri!!
Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:
"Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"
Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:
"Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran ."
Berikut adalah gambaran Ahmadinejad yang belum tentu orang ketahui, dan pastiyang membuat orang ternganga dan terheran-heran :
1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan
Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu
kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.
2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP,
lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler
untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.
3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.
4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya
dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya,
arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana
dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi,
sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.
5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977,
sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran.
Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.
6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.
7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya.
Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis,
belum lagi secara minyak dan pertahanan.
Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.
8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan;
roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira,
ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.
9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan,
ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya,
ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.
10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan,
dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan.
Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi,
atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.
11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar
karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.
Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi.
Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut,
kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.
12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka
13. Bahkan ketika suara azan berkumandang,
ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa
14. baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh. Berikut dokumentasi pernikahan Putra Seorang Presiden
sebegitu sederhanakah dia?
mudah2an kita punya sosok yg baik seperti itu
SUMBER:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2494475
Semoga ini menjadi bahan renungan kita, terutama orang kalangan atas pejabat dan menteri!!
Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:
"Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"
Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:
"Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran ."
Berikut adalah gambaran Ahmadinejad yang belum tentu orang ketahui, dan pastiyang membuat orang ternganga dan terheran-heran :
1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan
Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu
kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.
2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP,
lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler
untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.
3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.
4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya
dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya,
arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana
dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi,
sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.
5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977,
sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran.
Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.
6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.
7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya.
Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis,
belum lagi secara minyak dan pertahanan.
Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.
8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan;
roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira,
ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.
9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan,
ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya,
ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.
10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan,
dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan.
Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi,
atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.
11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar
karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.
Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi.
Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut,
kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.
12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka
13. Bahkan ketika suara azan berkumandang,
ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa
14. baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh. Berikut dokumentasi pernikahan Putra Seorang Presiden
sebegitu sederhanakah dia?
mudah2an kita punya sosok yg baik seperti itu
SUMBER:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2494475
ISLAM MELINDUNGI KELUARGA
Agama yang paling besar perhatiannya kepada keluarga adalah Islam, tidak ada tatanan dan aturan yang memberi perhatian kepada keluarga seperti -alih-alih mengungguli- Islam. Islam memiliki tatanan sempurna dan unggul terkait keluarga, mulai dari fase pra keluarga; bagaimana seorang muslim mendapatkan pasangannya secara baik dan benar, apa saja yang boleh dan tidak boleh dia lakukan, lalu bagimana berakad dengan pasangan, akad mana yang shahih dan akad mana yang rusak, setelah akad harus bagaimana, apa hak dan kewajiban dan seterusnya, dalam semua itu Islam memiliki tatanan sempurna dan terbaik yang tidak akan ditemukan pada selain Islam.
Islam berhasrat membentuk dan membangun masyarakat yang baik, bersih dan mulia, di mana anggota-anggotanya hidup dalam strata kemanusiaan yang luhur sesuai dengan derajat kemanusiaan yang dimuliakan oleh penciptanya, dan sudah dimaklumi bahwa sebuah masyarakat adalah susunan atau kumpulan dari rumah-rumah yang lazim disebut dengan keluarga, ibarat sebuah tembok yang menjulang tinggi lagi kokoh, di mana ia merupakan susunan batu bata yang terekat oleh pasir dan semen, batu bata tersebut adalah keluarga dan tembok kokoh itu adalah sebuah masyarakat. Bata yang baik lagi kuat menyumbang dan memberi andil besar dalam membangun sebuah tembok yang kokoh, sebaliknya dengan bata yang rapuh, sebuah tembok tidak akan bertahan lama.
Tidak keliru kalau dikatakan bahwa kebaikan sebuah masyarakat kembali kepada kebaikan keluarga-keluarga, sebaliknya adalah sebaliknya, dari sini kita memahami besarnya perhatian Islam kepada keluarga, khususnya menjaganya dari keretakan dan perpecahan, membendung sebab-sebabnya, menutup sarana-sarananya dan memblokade jalan-jalannya, hal ini supaya keluarga tetap tegak karena tegaknya keluarga membawa kebaikan kepada banyak pihak.
Penjagaan Islam terhadap keluarga terlihat dari ungkapan al-Qur`an yang menyebut seorang wanita yang bersuami dengan al-muhshanah, kata ini adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti yang terjaga, jadi wanita yang bersuami adalah wanita yang terjaga, terjaga dari perkara-perkara di mana dia patut terjaga darinya, karena dia terjaga maka Islam mengharamkan menikahi wanita yang bersuami, “Dan diharamkan pula kamu mengawini wanita yang bersuami.” (An-Nisa`: 24). Tidak sampai batas ini, bahkan Islam mengharamkan menikahi wanita yang telah ditalak suami tetapi masih dalam masa iddah, hal ini demi menjaga dan melindungi sebuah bangunan keluarga, karena dia terjaga maka dia harus menjaga kerterjagaan tersebut dengan tidak merobeknya melalui perbuatan yang bisa merobeknya, hal seperti ini ditegaskan pula oleh ayat yang lain, di mana ayat ini mengungkapkannya dengan hafizhah yang berarti yang menjaga atau memelihara, “Sebab itu wanita yang shalih adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri.” (An-Nisa`: 34). Jadi wanita yang berkeluarga adalah wanita yang terjaga, terpelihara dan terlindungi, dia sekaligus menjaga, memelihara dan melindungi dirinya, termasuk keluarganya agar tidak hancur berantakan.
Karena wanita yang berkeluarga adalah wanita yang terjaga dan menjaga, maka siapa pun tidak boleh merusaknya dengan tujuan apapun, dengan maksud hendak menikahinya setelah dia rusak dari suaminya, atau hanya sekedar merusaknya dan setelah itu habis manis sepah dibuang atau hanya sekedar untuk iseng seperti isengnya seorang bocah dengan seekor burung emprit, “Bukan termasuk golongan kami orang yang merusak seorang wanita atas suaminya dan seorang hamba atas majikannya.” Begitu baginda Nabi saw bersabda seperti yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah.
Benar, orang yang merusak wanita atas suaminya dengan mengomporinya supaya dia berani terhadap suaminya, memanas-manasinya supaya dia melawan suaminya, memprovokasinya supaya dia durhaka kepada suaminya, mendorongnya supaya dia berkacak pinggang di depan suaminya bukan termasuk golongan Rasulullah saw, karena dia salah seorang bala tentara iblis yang dia sebar demi tujuan tersebut, Imam at-Tirmidzi meriwayatkan –dan dia berkata, “Hadits hasan shahih”- dari Jabir bin Abdullah dari Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air, lalu dia menyebar bala tentaranya, yang paling dekat kepadanya adalah yang paling besar fitnahnya dari mereka, salah seorang dari mereka datang, dia berkata, ‘aku melakukan ini dan ini’, Iblis berkata, ‘kamu tidak melakukan apa-apa’, lalu salah seorang dari mereka datang, dia berkata, ‘aku tidak meninggalkannya sebelum aku memisahkan antara dia dengan istrinya’, maka iblis mendekatkannya dan dia berkata, ‘kamulah orangnya.” Al-A’masy, salah seorang rawi hadits berkata, menurutku dia berkata, maka iblis merangkulnya dan mendekatkannya.
Karena wanita yang berkelurga adalah wanita yang terjaga dan menjaga, maka dia tidak layak menjadi penghancur rumah tangganya sendiri dengan tangannya melalui talak yang dia minta kepada suami tanpa alasan yang dibenarkan, “Wanita mana pun yang meminta talak kepada suami tanpa sebab maka haram atasnya bau surga.”(HR. Al-Hakim 3/196 dan dia menshahihkannya, disetujui oleh adz-Dzahabi). Wanita peminta talak tanpa alasan adalah wanita yang tidak menjaga, dia kufur nikmat maka layak kalau dia dibalas dengan diharamkannya aroma surga baginya.
Karena wanita yang berkeluarga adalah wanita yang terjaga dan menjaga maka dia tidak boleh merusak rumah tangga saudarinya dengan meminta suaminya untuk mentalaknya agar dia bisa memonopoli suami, di samping hal ini merusak sebuah keluarga, ia juga menumpahkan bejana saudarinya, maksudnya menghalangi rizkinya dan seorang wanita muslimah tidak layak melakukan hal ini. “Seorang wanita tidak meminta (suami) mentalak saudarinya untuk menumpahkan apa yang ada di piring atau bejananya, hendaknya dia menikah karena rizkinya atas Allah.” (HR. Ahmad dari Abu Hurairah).
Karena wanita yang berkeluarga adalah wanita yang terjaga dan menjaga, maka dia tidak patut membicarakan seorang perempuan di depan atau kepada suaminya dengan pembicaraan yang membuat suami seolah-olah melihatnya, hal ini bisa memicu perasaan suami kepada perempuan tersebut, menyibukan pikirannya kepadanya, seandainya perempuan itu adalah kekasih atau istriku, begitu yang terbersit di benaknya, selanjutnya setan meniup sihirnya dan memasang jaring perangkapnya, maka suami berusaha mencari cara dan tangga untuk bisa sampai kepada perempuan itu, ini berarti istri telah menghancurkan rumahnya sendiri dengan tangannya.
Dari sini maka syariat mengharamkan membicarakan perempuan tanpa sebab yang dibenarkan, Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud bahwa Nabi saw bersabda, “Janganlah seorang wanita menyifati seorang wanita kepada suaminya sehingga seolah-oleh suaminya melihat kepadanya.”
(Sumber: Izzudin Karimi)
Islam berhasrat membentuk dan membangun masyarakat yang baik, bersih dan mulia, di mana anggota-anggotanya hidup dalam strata kemanusiaan yang luhur sesuai dengan derajat kemanusiaan yang dimuliakan oleh penciptanya, dan sudah dimaklumi bahwa sebuah masyarakat adalah susunan atau kumpulan dari rumah-rumah yang lazim disebut dengan keluarga, ibarat sebuah tembok yang menjulang tinggi lagi kokoh, di mana ia merupakan susunan batu bata yang terekat oleh pasir dan semen, batu bata tersebut adalah keluarga dan tembok kokoh itu adalah sebuah masyarakat. Bata yang baik lagi kuat menyumbang dan memberi andil besar dalam membangun sebuah tembok yang kokoh, sebaliknya dengan bata yang rapuh, sebuah tembok tidak akan bertahan lama.
Tidak keliru kalau dikatakan bahwa kebaikan sebuah masyarakat kembali kepada kebaikan keluarga-keluarga, sebaliknya adalah sebaliknya, dari sini kita memahami besarnya perhatian Islam kepada keluarga, khususnya menjaganya dari keretakan dan perpecahan, membendung sebab-sebabnya, menutup sarana-sarananya dan memblokade jalan-jalannya, hal ini supaya keluarga tetap tegak karena tegaknya keluarga membawa kebaikan kepada banyak pihak.
Penjagaan Islam terhadap keluarga terlihat dari ungkapan al-Qur`an yang menyebut seorang wanita yang bersuami dengan al-muhshanah, kata ini adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti yang terjaga, jadi wanita yang bersuami adalah wanita yang terjaga, terjaga dari perkara-perkara di mana dia patut terjaga darinya, karena dia terjaga maka Islam mengharamkan menikahi wanita yang bersuami, “Dan diharamkan pula kamu mengawini wanita yang bersuami.” (An-Nisa`: 24). Tidak sampai batas ini, bahkan Islam mengharamkan menikahi wanita yang telah ditalak suami tetapi masih dalam masa iddah, hal ini demi menjaga dan melindungi sebuah bangunan keluarga, karena dia terjaga maka dia harus menjaga kerterjagaan tersebut dengan tidak merobeknya melalui perbuatan yang bisa merobeknya, hal seperti ini ditegaskan pula oleh ayat yang lain, di mana ayat ini mengungkapkannya dengan hafizhah yang berarti yang menjaga atau memelihara, “Sebab itu wanita yang shalih adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri.” (An-Nisa`: 34). Jadi wanita yang berkeluarga adalah wanita yang terjaga, terpelihara dan terlindungi, dia sekaligus menjaga, memelihara dan melindungi dirinya, termasuk keluarganya agar tidak hancur berantakan.
Karena wanita yang berkeluarga adalah wanita yang terjaga dan menjaga, maka siapa pun tidak boleh merusaknya dengan tujuan apapun, dengan maksud hendak menikahinya setelah dia rusak dari suaminya, atau hanya sekedar merusaknya dan setelah itu habis manis sepah dibuang atau hanya sekedar untuk iseng seperti isengnya seorang bocah dengan seekor burung emprit, “Bukan termasuk golongan kami orang yang merusak seorang wanita atas suaminya dan seorang hamba atas majikannya.” Begitu baginda Nabi saw bersabda seperti yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah.
Benar, orang yang merusak wanita atas suaminya dengan mengomporinya supaya dia berani terhadap suaminya, memanas-manasinya supaya dia melawan suaminya, memprovokasinya supaya dia durhaka kepada suaminya, mendorongnya supaya dia berkacak pinggang di depan suaminya bukan termasuk golongan Rasulullah saw, karena dia salah seorang bala tentara iblis yang dia sebar demi tujuan tersebut, Imam at-Tirmidzi meriwayatkan –dan dia berkata, “Hadits hasan shahih”- dari Jabir bin Abdullah dari Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air, lalu dia menyebar bala tentaranya, yang paling dekat kepadanya adalah yang paling besar fitnahnya dari mereka, salah seorang dari mereka datang, dia berkata, ‘aku melakukan ini dan ini’, Iblis berkata, ‘kamu tidak melakukan apa-apa’, lalu salah seorang dari mereka datang, dia berkata, ‘aku tidak meninggalkannya sebelum aku memisahkan antara dia dengan istrinya’, maka iblis mendekatkannya dan dia berkata, ‘kamulah orangnya.” Al-A’masy, salah seorang rawi hadits berkata, menurutku dia berkata, maka iblis merangkulnya dan mendekatkannya.
Karena wanita yang berkelurga adalah wanita yang terjaga dan menjaga, maka dia tidak layak menjadi penghancur rumah tangganya sendiri dengan tangannya melalui talak yang dia minta kepada suami tanpa alasan yang dibenarkan, “Wanita mana pun yang meminta talak kepada suami tanpa sebab maka haram atasnya bau surga.”(HR. Al-Hakim 3/196 dan dia menshahihkannya, disetujui oleh adz-Dzahabi). Wanita peminta talak tanpa alasan adalah wanita yang tidak menjaga, dia kufur nikmat maka layak kalau dia dibalas dengan diharamkannya aroma surga baginya.
Karena wanita yang berkeluarga adalah wanita yang terjaga dan menjaga maka dia tidak boleh merusak rumah tangga saudarinya dengan meminta suaminya untuk mentalaknya agar dia bisa memonopoli suami, di samping hal ini merusak sebuah keluarga, ia juga menumpahkan bejana saudarinya, maksudnya menghalangi rizkinya dan seorang wanita muslimah tidak layak melakukan hal ini. “Seorang wanita tidak meminta (suami) mentalak saudarinya untuk menumpahkan apa yang ada di piring atau bejananya, hendaknya dia menikah karena rizkinya atas Allah.” (HR. Ahmad dari Abu Hurairah).
Karena wanita yang berkeluarga adalah wanita yang terjaga dan menjaga, maka dia tidak patut membicarakan seorang perempuan di depan atau kepada suaminya dengan pembicaraan yang membuat suami seolah-olah melihatnya, hal ini bisa memicu perasaan suami kepada perempuan tersebut, menyibukan pikirannya kepadanya, seandainya perempuan itu adalah kekasih atau istriku, begitu yang terbersit di benaknya, selanjutnya setan meniup sihirnya dan memasang jaring perangkapnya, maka suami berusaha mencari cara dan tangga untuk bisa sampai kepada perempuan itu, ini berarti istri telah menghancurkan rumahnya sendiri dengan tangannya.
Dari sini maka syariat mengharamkan membicarakan perempuan tanpa sebab yang dibenarkan, Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud bahwa Nabi saw bersabda, “Janganlah seorang wanita menyifati seorang wanita kepada suaminya sehingga seolah-oleh suaminya melihat kepadanya.”
(Sumber: Izzudin Karimi)
HIKMAH HIJRIYAH ROSULULOH
Diposkan oleh: Cahaya Sahabat (Nur Rofiq),Gresik.Jawa Timur.
Tidak terasa tahun baru 1431H. akan segera tiba. Setahun sudah kita bergelut dengan waktu, di tahun 1430H. Waktu laksana air yang mengalir ke hilir yang tak pernah lagi kembali ke hulu. Kadang ia membangkitkan gairah dan semangat, kadang ia melenakan kita. Kadang kita tidak menyadari kehadiran waktu dan melupakan nilainya. Oleh karenanya kita harus menghargai setiap kesempatan yang ditawarkan sang waktu, sebelum ditarik dari kita, karena kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya. Peribahasa Arab mengatakan “ Waktu laksana pedang, jika tidak mampu memanfaatkan waktu, maka kamu akan terhunus olehnya “. Tahun Hijriah, ditetapkan pertama kali oleh Kholifah Umar bin Khotob ra, sebagai jawaban atas surat Wali Abu Musa Al-As’ari. Kholifah Umar menetapkan Tahun Hijriah untuk menggantikan penanggalan yang digunakan bangsa Arab sebelumnya, seperti Kalender Tahun Gajah, Kalender Persia, kalender Romawi, dan kalender-kalender lain yang berasal dari tahun peristiwa-peristiwa besar Jahiliyah. Kholifah Umar memilih peristiwa Hijrah sebagai taqwim Islam, karena Hijrah Rosululllah saw dan para sahabat dari Makkah ke Madinah merupakan persitiwa paling monumental dalam perkembangan dakwah. Professor Fazlu Rahman menyebut Hijrah sebagai marks of the beginning of Islamic calendar and the founding of Islamic community. Oleh karenanya, penting mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa Hijrah, baik individu, masyarakat ataupun negara
INDIVIDU
1. Meluruskan Niat
“Al-Muhajaroh” (Hijrah) sebagaimana dikatakan oleh Imam Ar-Raghib Al-Asfahani adalah keluar dari negeri kafir kepada negeri iman, sebagaimana para sahabat yang berhijrah dari Makkah ke Madinah. Dan Hijrah di jalan Allah itu, sebagaimana dikatakan oleh Muhammad Rasyid Ridho, harus dengan sebenar-benarnya. Artinya orang yang berhijrah dari negerinya adalah untuk mendapatkan ridho Allah dengan menegakkan agama-Nya yang merupakan kewajiban baginya, dan merupakan sesuatu yang dicintai AllahDalam sejarah, ada seorang sahabat yang berhijrah karena ingin menikahi ummu Qois, bukan karena niat ikhlas taat kepada Allah dan Rosulnya. Maka Rosulullah saw bersabda :“Bahwasannya semua amal itu tergantung niatnya, dan bahwasannya apa yang diperoleh seseorang adalah sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barang siapa yang hijrah karena Allah dan Rosulnya maka hijrahnya itu akan diterima oleh Allah dan Rosulnya, dan barang siapa yang hijrahnya, karena mencari dunia atau karena wanita yang akan nikahinya maka hijrahnya itu hanya memperoleh apa yang diniatkannya dalam hijrahnya itu. (HR Bukhori dan Muslim)Hikmah yang harus kita ambil adalah bahwa segala aktifitas ibadah dan dakwah kita hanya semata-mata karena Allah, bukan karena yang lain, misalnya untuk mengisi waktu luang, atau sekedar nambah ilmu dan wawasan. Sehingga kita akan bersungguh-sungguh dalam ibadah dan dakwah ini.
2. Ketaatan adalah Kewajiban, Bukan Pilihan
Allah swt berfirman :Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : Dalam keadaan bagaimana kamu ini? Mereka menjawab, Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Makkah). Para Malaikat berkata : Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu? Orang-orang itu tempatnya neraka jahannam, dan jahanam itu seburuk-buruknya tempat kembali (Annisa 97).Ayat diatas turun sehubungan dengan kasus lima orang pemuda muslim yang bergabung dengan kafir Makkah, lalu mati mengenaskan di perang badar oleh pasukan kaum muslimin. Tempat mereka adalah neraka jahannam sebagaimana firman Allah di atas. Persoalan ini berkaitan dengan sikap mereka yang tidak mau berhijrah bersama Rosulullah dari Makkah ke Madinah. Mereka tidak mau mengerti akan makna hijrah sebagaimana yang dilaksanakan Rosulullah dan para sahabatnya yang setia dan taat. Mereka mengira bisa melakukan siasat dan strategi sendiri dengan cara menyembunyikan keislamannya dengan tetap bergabung bersama-sama kafir Qurasy. Padahal Allah dan rosulNya telah memerintahkan hijrah. Maknanya adalah ketaatan terhadap Allah dan rosulNya, adalah kewajiban yang harus dijalankan, bukan suatu pilihan.
3. Yakin dengan Pertolongan Allah swt.
Hijrah adalah rancangan dan strategi untuk melanjutkan perjuangan Dakwah Islam. Allah swt berfirman “Dan orang-orang yang beriman, berpindah dan berjuang di jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat perlindungan (kepada orang-orang yang berhijrah) dan memberikan pertolongan, itulah orang-orang yang sebenarnya beriman. Mereka beroleh ampunan dan rezeki yang berharga (Al-Anfal 74).Perjuangan yang dilalui Rosulullah dan para sahabat di Makkah tidaklah mulus dan ringan, tetapi jalan itu penuh onak dan duri, dan sangat berat sekali. Beliau dan kaum mukminin menerima berbagai cobaan, cercaan, teror, penyiksaan, propapaganda dan pembunuhan. Hal ini tidak hanya menimpa diri rosulullah, tetapi juga para sahabatnya. Kita tahu, kisah Bilal, keluarga Yasir (Yasir, Sumayah, Ammar bin Yasir), Abu Fakihah (budak Bani Abdid-Dar), Khabab bin Al-Art (budak Ummu Umar), dll. Daftar orang-orang yang disiksa karena mempertahankan agama Allah masih panjang. Bahkan Rosulullah dan para sahabat diboikot ekonomi selama tiga tahun, sehingga kekurangan pangan, kelaparan dan timbulnya penyakit. Bahkan diantara mereka ada yang menjadi syahidah sebelum peristiwa hijrah Nabi. Oleh karenanya Hijrah adalah salah satu pertolongan Allah untuk mengembangkan dakwah, setelah berjuang dengan sekuat tenaga, dengan sepenuh jiwa dan segenap hartanya
4. Kecintaan Terhadap Rosulullah
Peristiwa hijrah memberikan tauladan bagi kita, betapa para sahabat lebih mencintai rosulullah dibandingkan dengan dirinya sendiri. Ali bin Abi Tholib, menggantikan tempat tidur rosulullah ketika malam itu beliau berangkat Hijrah dan kita tahu konsekuensi apa yang akan ditanggung oleh sahabat Ali ra.. Sedangkan Abu Bakar, menyertai rosulullah dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah. Al Bukhori meriwayatkan dari Anas, dari Abu Bakar, dia berkata : “Aku bersama Nabi saw di dalam gua. Kudongakkan kepala, dan kulihat kaki beberapa orang. Aku berkata, ‘Wahai Nabi Allah, andaikata mereka melongokkan pandangannya, tentu mereka akan melihat kita. Nabi saw berkata “ apa pikiranmu wahai Abu Bakar tentang dua orang, sedang yang ketiga adalah Allah”. Kekhawatiran Abu Bakar bukan sekedar tertuju pada nasib dirinya, tetapi yang paling pokok adalah kekhawatiran terhadap nasib Rosulullah.Dalam hal ini dia berkata “Jika aku terbunuh, maka aku hanyalah seorang manusia, namun jika engkau yang terbunuh, maka umat tentu akan binasa. (Siratir-Rosul, SyaikhAbdullah Annajdy).
BAGI MASYARAKAT DAN NEGARA
1. Mengoptimalkan peran Masjid
Langkah pertama yang dilakukan rosulullah adalah membangun masjid. Masjid yang dibangun bukan sekedar sebagai tempat sholat semata, tetapi juga sebagai madrasah tempat transfer ilmu dan bimbingan, sebagai balai pertemuan, tempat memepersatukan berbagai kabilah, sebagai tempat mengatur segala urusan, dan sekaligus sebagai gedung parlemen untuk bermusyawarah dan menjalankan roda pemerintahan.
2. Persaudaraan dan Persatuan
Berkenaan dengan peristiwa hijrah, rosulullah juga berhasil mempersatukan suku Aus dan Suku Kahraj yang sebelumnya saling bermusuhan. Mereka dipersatukan dengan dasar aqidah islam. Rosulullah juga mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshor. Persaudaraan ini semata-mata berdasarkan aqidah yang sama. Langkah ini untuk menegaskan, bahwa ikatan persatuan dan persaudaraan kaum muslimin haruslah berdasarkan aqidah, bukan berdasarkan kesukuan, kedaerahan, kemaslahatan, kebangsaan dan sebagainya yang bermuara pada ikatan kejahiliyahan.Makna persaudaraan ini menurut Muahmmad Al-Ghazaly, agar fanatisme Jahiliyah menjadi cair dan tidak ada sesuatu yang dibela kecuali Islam. Disamping itu, agar perbedaan-perbedaan keturunan, warna kulit dan daerah tidak mendominasi, agar seseorang tidak merasa lebih unggul dan merasa lebih rendah kecuali karena ketaqwaanya.Rosulullah saw menjadikan persaudaraan ini sebagai ikatan yang benar-benar harus dilaksanakan, bukan sekedar ucapan semata, lalu setelah itu hilang tak berbekas. Al-Bukhory meriwayatkan bahwa tatkala Muhajirin tiba di Madinah, maka Rosulullah saw mempersaudarakan antara Abdurrahman bin ‘Auf dengan Sa’d bin Ar-Rabi’.Sa’d berkata kepada Abdurrahman : ”Sesungguhnya aku adalah orang yang paling banyak hartanya dikalangan Anshor. Ambillah separoh hartaku itu menjadi dua. Aku juga mempunyai dua istri. Maka lihatlah mana yang engkau pilih, agar aku bisa menceraikannya. Jika masa iddahnya habis, maka kawinilah ia”. Itulah gambaran indah, dari persaudaraan mereka. Ini menunjukkan kaum Anshor yang rela berkorban, mencintai, dan menyayangi saudaranya. Maka kaum Muhajirin tidak menerima dari saudaranya Anshor, kecuali sekedar makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya.
3. Masyarakat Jahiliyah Menjadi Masyarakat Islam.
Awal Rosulullah di Yastrib, Rosulullah memulai aktifitas membangun pilar-pilar masyarakat berdasarkan Islam. Pranata, tradisi, dan aturan-aturan yang berlaku di masyarakat semua harus berdasarkan Islam. Sistem jahiliyah (sistem di luar islam) diganti, sehingga menjadi masyarakat Islam. Realitas kondisi masyarakat sekarang adalah sama dengan masyarakat jahiliyah. Semua aturan, pranata, tradisi dan perilaku tidak berdasarkan Islam. Oleh karena itu masyarakat sekarang perlu “berhijrah” untuk membuang jauh sistem jahiliyah menjadi sistem islam.
4. Tonggak berdirinya Negara Islam
Rosulullah segera menyusun Piagam Madinah sebagai konstitusi negara berlandaskan aqidah Islam, dan menjadikan hukum-hukum Allah sebagai hukum yang berlaku bagi masyarakat. Piagam ini diawali dengan kalimat “Bismillahirrahmaanirrahiim” yang mencerminkan piagam ini dibuat dalam konteks ketaqwaan kepada Allah swt. Dan pasal terakhir dari piagam ini berbunyi “Perkara apapun yang kalian perselisihkan, harus dikembalikan kepada Allah swt dan Muhammmad saw. Maka dengan hijrah Rosulullah dan para sahabatnya ke Madinah, dengan ditetapkannya Piagam Madinah, dengan diterapkannya hukum Islam dan Rosulullah saw sebagai pemimpin, maka peristiwa hijrah adalah awal ditegakkannya Negara Islam. Oleh karena itu kita harus yaqin dengan tegaknya kembali Kekuasaan Islam, sebagaimana firman Allah swtDan Allah telah berjanji kepada orang -orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal sholeh diantara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan orang-orang mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; Sungguh-sungguh akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoiNya untuk mereka; dan sungguh-sungguh akan menukar keadaan mereka, sesudah mereka dalam ketakutan, menjadi aman sentosa (QS Annur, 55)
5. Tonggak Kebangkitan Dakwah
Setelah hijrah Rosulullah dari Makkah ke Madinah, perkembangan dakwah Islam begitu pesat. Sebagai gambaran, periode Makkah ibarat menarik tali busur ke belakang sebagai ancang-ancang , sedangkan periode Madinah bagaikan anak panah lepas dari tali busurnya. Dakwah Islam menyebar ke segala penjuru dan mereka berbondong-bondong masuk Islam dari berbagai wilayah. Inilah wujud dari janji Allah. Pada perkembangan selanjutnya Islam meliputi seluruh Jazirah Arab, termasuk Syam dan Yaman. Islam juga menyebar sampai Persia dan Romawi. Islam juga sampai Afrika dan Eropa, dan terakhir kekuasaan Islam menguasai dua pertiga wilayah dunia. Sungguh suatu pencapaian yang sangat menakjubkan
Ikhwatal iman, Peristiwa hijrah Rosulullah memang telah berlalu selama 1430 tahun. Tetapi makna dan spirit hijrah harus tetap tertanam dalam hati dan jiwa kaum muslimin. Kaum muslimin harus ”berhijrah” dengan meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah menuju kepada ketaatan kepada Allah swt, sebagaimana sabda Rosulullah saw:”Orang yang berhijrah adalah yang (meninggalkan) apa-apa yang dilarang oleh Allah swt. (HR Bukhori)Tahun Baru Hijriah segera menjelang, akankah berlalu begitu saja?
Wallohu a’lam bi ashshowab.
sumber:http://bangrofiq.blogspot.com/2009/03/hikmah-hijrah-rosulullah.html
Tidak terasa tahun baru 1431H. akan segera tiba. Setahun sudah kita bergelut dengan waktu, di tahun 1430H. Waktu laksana air yang mengalir ke hilir yang tak pernah lagi kembali ke hulu. Kadang ia membangkitkan gairah dan semangat, kadang ia melenakan kita. Kadang kita tidak menyadari kehadiran waktu dan melupakan nilainya. Oleh karenanya kita harus menghargai setiap kesempatan yang ditawarkan sang waktu, sebelum ditarik dari kita, karena kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya. Peribahasa Arab mengatakan “ Waktu laksana pedang, jika tidak mampu memanfaatkan waktu, maka kamu akan terhunus olehnya “. Tahun Hijriah, ditetapkan pertama kali oleh Kholifah Umar bin Khotob ra, sebagai jawaban atas surat Wali Abu Musa Al-As’ari. Kholifah Umar menetapkan Tahun Hijriah untuk menggantikan penanggalan yang digunakan bangsa Arab sebelumnya, seperti Kalender Tahun Gajah, Kalender Persia, kalender Romawi, dan kalender-kalender lain yang berasal dari tahun peristiwa-peristiwa besar Jahiliyah. Kholifah Umar memilih peristiwa Hijrah sebagai taqwim Islam, karena Hijrah Rosululllah saw dan para sahabat dari Makkah ke Madinah merupakan persitiwa paling monumental dalam perkembangan dakwah. Professor Fazlu Rahman menyebut Hijrah sebagai marks of the beginning of Islamic calendar and the founding of Islamic community. Oleh karenanya, penting mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa Hijrah, baik individu, masyarakat ataupun negara
INDIVIDU
1. Meluruskan Niat
“Al-Muhajaroh” (Hijrah) sebagaimana dikatakan oleh Imam Ar-Raghib Al-Asfahani adalah keluar dari negeri kafir kepada negeri iman, sebagaimana para sahabat yang berhijrah dari Makkah ke Madinah. Dan Hijrah di jalan Allah itu, sebagaimana dikatakan oleh Muhammad Rasyid Ridho, harus dengan sebenar-benarnya. Artinya orang yang berhijrah dari negerinya adalah untuk mendapatkan ridho Allah dengan menegakkan agama-Nya yang merupakan kewajiban baginya, dan merupakan sesuatu yang dicintai AllahDalam sejarah, ada seorang sahabat yang berhijrah karena ingin menikahi ummu Qois, bukan karena niat ikhlas taat kepada Allah dan Rosulnya. Maka Rosulullah saw bersabda :“Bahwasannya semua amal itu tergantung niatnya, dan bahwasannya apa yang diperoleh seseorang adalah sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barang siapa yang hijrah karena Allah dan Rosulnya maka hijrahnya itu akan diterima oleh Allah dan Rosulnya, dan barang siapa yang hijrahnya, karena mencari dunia atau karena wanita yang akan nikahinya maka hijrahnya itu hanya memperoleh apa yang diniatkannya dalam hijrahnya itu. (HR Bukhori dan Muslim)Hikmah yang harus kita ambil adalah bahwa segala aktifitas ibadah dan dakwah kita hanya semata-mata karena Allah, bukan karena yang lain, misalnya untuk mengisi waktu luang, atau sekedar nambah ilmu dan wawasan. Sehingga kita akan bersungguh-sungguh dalam ibadah dan dakwah ini.
2. Ketaatan adalah Kewajiban, Bukan Pilihan
Allah swt berfirman :Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : Dalam keadaan bagaimana kamu ini? Mereka menjawab, Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Makkah). Para Malaikat berkata : Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu? Orang-orang itu tempatnya neraka jahannam, dan jahanam itu seburuk-buruknya tempat kembali (Annisa 97).Ayat diatas turun sehubungan dengan kasus lima orang pemuda muslim yang bergabung dengan kafir Makkah, lalu mati mengenaskan di perang badar oleh pasukan kaum muslimin. Tempat mereka adalah neraka jahannam sebagaimana firman Allah di atas. Persoalan ini berkaitan dengan sikap mereka yang tidak mau berhijrah bersama Rosulullah dari Makkah ke Madinah. Mereka tidak mau mengerti akan makna hijrah sebagaimana yang dilaksanakan Rosulullah dan para sahabatnya yang setia dan taat. Mereka mengira bisa melakukan siasat dan strategi sendiri dengan cara menyembunyikan keislamannya dengan tetap bergabung bersama-sama kafir Qurasy. Padahal Allah dan rosulNya telah memerintahkan hijrah. Maknanya adalah ketaatan terhadap Allah dan rosulNya, adalah kewajiban yang harus dijalankan, bukan suatu pilihan.
3. Yakin dengan Pertolongan Allah swt.
Hijrah adalah rancangan dan strategi untuk melanjutkan perjuangan Dakwah Islam. Allah swt berfirman “Dan orang-orang yang beriman, berpindah dan berjuang di jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat perlindungan (kepada orang-orang yang berhijrah) dan memberikan pertolongan, itulah orang-orang yang sebenarnya beriman. Mereka beroleh ampunan dan rezeki yang berharga (Al-Anfal 74).Perjuangan yang dilalui Rosulullah dan para sahabat di Makkah tidaklah mulus dan ringan, tetapi jalan itu penuh onak dan duri, dan sangat berat sekali. Beliau dan kaum mukminin menerima berbagai cobaan, cercaan, teror, penyiksaan, propapaganda dan pembunuhan. Hal ini tidak hanya menimpa diri rosulullah, tetapi juga para sahabatnya. Kita tahu, kisah Bilal, keluarga Yasir (Yasir, Sumayah, Ammar bin Yasir), Abu Fakihah (budak Bani Abdid-Dar), Khabab bin Al-Art (budak Ummu Umar), dll. Daftar orang-orang yang disiksa karena mempertahankan agama Allah masih panjang. Bahkan Rosulullah dan para sahabat diboikot ekonomi selama tiga tahun, sehingga kekurangan pangan, kelaparan dan timbulnya penyakit. Bahkan diantara mereka ada yang menjadi syahidah sebelum peristiwa hijrah Nabi. Oleh karenanya Hijrah adalah salah satu pertolongan Allah untuk mengembangkan dakwah, setelah berjuang dengan sekuat tenaga, dengan sepenuh jiwa dan segenap hartanya
4. Kecintaan Terhadap Rosulullah
Peristiwa hijrah memberikan tauladan bagi kita, betapa para sahabat lebih mencintai rosulullah dibandingkan dengan dirinya sendiri. Ali bin Abi Tholib, menggantikan tempat tidur rosulullah ketika malam itu beliau berangkat Hijrah dan kita tahu konsekuensi apa yang akan ditanggung oleh sahabat Ali ra.. Sedangkan Abu Bakar, menyertai rosulullah dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah. Al Bukhori meriwayatkan dari Anas, dari Abu Bakar, dia berkata : “Aku bersama Nabi saw di dalam gua. Kudongakkan kepala, dan kulihat kaki beberapa orang. Aku berkata, ‘Wahai Nabi Allah, andaikata mereka melongokkan pandangannya, tentu mereka akan melihat kita. Nabi saw berkata “ apa pikiranmu wahai Abu Bakar tentang dua orang, sedang yang ketiga adalah Allah”. Kekhawatiran Abu Bakar bukan sekedar tertuju pada nasib dirinya, tetapi yang paling pokok adalah kekhawatiran terhadap nasib Rosulullah.Dalam hal ini dia berkata “Jika aku terbunuh, maka aku hanyalah seorang manusia, namun jika engkau yang terbunuh, maka umat tentu akan binasa. (Siratir-Rosul, SyaikhAbdullah Annajdy).
BAGI MASYARAKAT DAN NEGARA
1. Mengoptimalkan peran Masjid
Langkah pertama yang dilakukan rosulullah adalah membangun masjid. Masjid yang dibangun bukan sekedar sebagai tempat sholat semata, tetapi juga sebagai madrasah tempat transfer ilmu dan bimbingan, sebagai balai pertemuan, tempat memepersatukan berbagai kabilah, sebagai tempat mengatur segala urusan, dan sekaligus sebagai gedung parlemen untuk bermusyawarah dan menjalankan roda pemerintahan.
2. Persaudaraan dan Persatuan
Berkenaan dengan peristiwa hijrah, rosulullah juga berhasil mempersatukan suku Aus dan Suku Kahraj yang sebelumnya saling bermusuhan. Mereka dipersatukan dengan dasar aqidah islam. Rosulullah juga mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshor. Persaudaraan ini semata-mata berdasarkan aqidah yang sama. Langkah ini untuk menegaskan, bahwa ikatan persatuan dan persaudaraan kaum muslimin haruslah berdasarkan aqidah, bukan berdasarkan kesukuan, kedaerahan, kemaslahatan, kebangsaan dan sebagainya yang bermuara pada ikatan kejahiliyahan.Makna persaudaraan ini menurut Muahmmad Al-Ghazaly, agar fanatisme Jahiliyah menjadi cair dan tidak ada sesuatu yang dibela kecuali Islam. Disamping itu, agar perbedaan-perbedaan keturunan, warna kulit dan daerah tidak mendominasi, agar seseorang tidak merasa lebih unggul dan merasa lebih rendah kecuali karena ketaqwaanya.Rosulullah saw menjadikan persaudaraan ini sebagai ikatan yang benar-benar harus dilaksanakan, bukan sekedar ucapan semata, lalu setelah itu hilang tak berbekas. Al-Bukhory meriwayatkan bahwa tatkala Muhajirin tiba di Madinah, maka Rosulullah saw mempersaudarakan antara Abdurrahman bin ‘Auf dengan Sa’d bin Ar-Rabi’.Sa’d berkata kepada Abdurrahman : ”Sesungguhnya aku adalah orang yang paling banyak hartanya dikalangan Anshor. Ambillah separoh hartaku itu menjadi dua. Aku juga mempunyai dua istri. Maka lihatlah mana yang engkau pilih, agar aku bisa menceraikannya. Jika masa iddahnya habis, maka kawinilah ia”. Itulah gambaran indah, dari persaudaraan mereka. Ini menunjukkan kaum Anshor yang rela berkorban, mencintai, dan menyayangi saudaranya. Maka kaum Muhajirin tidak menerima dari saudaranya Anshor, kecuali sekedar makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya.
3. Masyarakat Jahiliyah Menjadi Masyarakat Islam.
Awal Rosulullah di Yastrib, Rosulullah memulai aktifitas membangun pilar-pilar masyarakat berdasarkan Islam. Pranata, tradisi, dan aturan-aturan yang berlaku di masyarakat semua harus berdasarkan Islam. Sistem jahiliyah (sistem di luar islam) diganti, sehingga menjadi masyarakat Islam. Realitas kondisi masyarakat sekarang adalah sama dengan masyarakat jahiliyah. Semua aturan, pranata, tradisi dan perilaku tidak berdasarkan Islam. Oleh karena itu masyarakat sekarang perlu “berhijrah” untuk membuang jauh sistem jahiliyah menjadi sistem islam.
4. Tonggak berdirinya Negara Islam
Rosulullah segera menyusun Piagam Madinah sebagai konstitusi negara berlandaskan aqidah Islam, dan menjadikan hukum-hukum Allah sebagai hukum yang berlaku bagi masyarakat. Piagam ini diawali dengan kalimat “Bismillahirrahmaanirrahiim” yang mencerminkan piagam ini dibuat dalam konteks ketaqwaan kepada Allah swt. Dan pasal terakhir dari piagam ini berbunyi “Perkara apapun yang kalian perselisihkan, harus dikembalikan kepada Allah swt dan Muhammmad saw. Maka dengan hijrah Rosulullah dan para sahabatnya ke Madinah, dengan ditetapkannya Piagam Madinah, dengan diterapkannya hukum Islam dan Rosulullah saw sebagai pemimpin, maka peristiwa hijrah adalah awal ditegakkannya Negara Islam. Oleh karena itu kita harus yaqin dengan tegaknya kembali Kekuasaan Islam, sebagaimana firman Allah swtDan Allah telah berjanji kepada orang -orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal sholeh diantara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan orang-orang mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; Sungguh-sungguh akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoiNya untuk mereka; dan sungguh-sungguh akan menukar keadaan mereka, sesudah mereka dalam ketakutan, menjadi aman sentosa (QS Annur, 55)
5. Tonggak Kebangkitan Dakwah
Setelah hijrah Rosulullah dari Makkah ke Madinah, perkembangan dakwah Islam begitu pesat. Sebagai gambaran, periode Makkah ibarat menarik tali busur ke belakang sebagai ancang-ancang , sedangkan periode Madinah bagaikan anak panah lepas dari tali busurnya. Dakwah Islam menyebar ke segala penjuru dan mereka berbondong-bondong masuk Islam dari berbagai wilayah. Inilah wujud dari janji Allah. Pada perkembangan selanjutnya Islam meliputi seluruh Jazirah Arab, termasuk Syam dan Yaman. Islam juga menyebar sampai Persia dan Romawi. Islam juga sampai Afrika dan Eropa, dan terakhir kekuasaan Islam menguasai dua pertiga wilayah dunia. Sungguh suatu pencapaian yang sangat menakjubkan
Ikhwatal iman, Peristiwa hijrah Rosulullah memang telah berlalu selama 1430 tahun. Tetapi makna dan spirit hijrah harus tetap tertanam dalam hati dan jiwa kaum muslimin. Kaum muslimin harus ”berhijrah” dengan meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah menuju kepada ketaatan kepada Allah swt, sebagaimana sabda Rosulullah saw:”Orang yang berhijrah adalah yang (meninggalkan) apa-apa yang dilarang oleh Allah swt. (HR Bukhori)Tahun Baru Hijriah segera menjelang, akankah berlalu begitu saja?
Wallohu a’lam bi ashshowab.
sumber:http://bangrofiq.blogspot.com/2009/03/hikmah-hijrah-rosulullah.html
Jumat, 04 Desember 2009
12 GOLONGAN MANUSIA YANG DI DO'AI MALAIKAT
tulisan oleh:ustd.Chandra_ 3 Desember 2009.
Insya Allah berikut inilah orang-orang yang didoakan oleh para malaikat :
1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu is fulan karena tidur dalam keadaan suci”. (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar Ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama IA berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah IA. Ya Allah sayangilah IA” (Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Ra., Shahih Muslim no. 469)
3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan” (Imam Abu Dawud (Dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib Ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)
4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf” (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban Dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah Ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)
5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka IA akan diampuni dosanya yang masa lalu”. (Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Ra., Shahih Bukhari no. 782)
6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama IA Ada di dalam tempat shalat dimana IA melakukan shalat, selama IA belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah Dan sayangilah IA” (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)
7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh Dan ‘ashar secara berjama’ah.
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam Hari (yang sudah bertugas malam Hari hingga shubuh) naik (ke langit), Dan malaikat pada siang Hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar Dan malaikat yang ditugaskan pada siang Hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam Hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada
Mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat Dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada Hari kiamat’” (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah Ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah DOA yang akan dikabulkan. Pada kepalanya Ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin Dan engkaupun mendapatkan apa yang IA
Dapatkan” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ Ra., Shahih Muslim no. 2733)
9. Orang-orang yang berinfak.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu Hari pun dimana pagi harinya seorang hamba Ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’” (Imam Bukhari Dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Ra., Shahih Bukhari no. 1442 Dan Shahih Muslim no. 1010)
10. Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur” Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa
“sunnah” (Imam Ibnu Hibban Dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar Ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)
11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore Dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh” (Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib Ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”)
12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada
orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain”
(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)
PESAN: FORWARD KE SAUDARA KITA YANG LAIN , KARENA INI UNTUK KEBAIKAN KITA, SEMOGA KITA MENJADI SALAH SATU ORANG YANG DIDOAKAN MALAIKAT, AMIEN
SUMBER:http://ustadchandra.wordpress.com/2009/12/03/12-golongan-manusia-yg-didoai-malaikat/
Sumber Tulisan Oleh :
Syaikh Dr. Fadhl Ilahi, Orang-Orang yang Didoakan Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005 [posting dari Sdr Firmando Satryo]
Insya Allah berikut inilah orang-orang yang didoakan oleh para malaikat :
1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu is fulan karena tidur dalam keadaan suci”. (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar Ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama IA berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah IA. Ya Allah sayangilah IA” (Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Ra., Shahih Muslim no. 469)
3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan” (Imam Abu Dawud (Dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib Ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)
4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf” (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban Dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah Ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)
5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka IA akan diampuni dosanya yang masa lalu”. (Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Ra., Shahih Bukhari no. 782)
6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama IA Ada di dalam tempat shalat dimana IA melakukan shalat, selama IA belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah Dan sayangilah IA” (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)
7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh Dan ‘ashar secara berjama’ah.
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam Hari (yang sudah bertugas malam Hari hingga shubuh) naik (ke langit), Dan malaikat pada siang Hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar Dan malaikat yang ditugaskan pada siang Hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam Hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada
Mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat Dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada Hari kiamat’” (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah Ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah DOA yang akan dikabulkan. Pada kepalanya Ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin Dan engkaupun mendapatkan apa yang IA
Dapatkan” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ Ra., Shahih Muslim no. 2733)
9. Orang-orang yang berinfak.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu Hari pun dimana pagi harinya seorang hamba Ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’” (Imam Bukhari Dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Ra., Shahih Bukhari no. 1442 Dan Shahih Muslim no. 1010)
10. Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur” Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa
“sunnah” (Imam Ibnu Hibban Dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar Ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)
11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore Dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh” (Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib Ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”)
12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada
orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain”
(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)
PESAN: FORWARD KE SAUDARA KITA YANG LAIN , KARENA INI UNTUK KEBAIKAN KITA, SEMOGA KITA MENJADI SALAH SATU ORANG YANG DIDOAKAN MALAIKAT, AMIEN
SUMBER:http://ustadchandra.wordpress.com/2009/12/03/12-golongan-manusia-yg-didoai-malaikat/
Sumber Tulisan Oleh :
Syaikh Dr. Fadhl Ilahi, Orang-Orang yang Didoakan Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005 [posting dari Sdr Firmando Satryo]
EMPAT PEREMPUAN SEMPURNA
Ditulis oleh: denjiun di/pada 3 Desember 2009
1. Asiyah, istri Fir’aun.
Asiyah putri dari Muhazim ini termasuk di antara perempuan suci. Beliau berasal dari garis keturunan Bani Israil yang dipilih Allah SWT sebagai hamba-Nya yang diberkati.
Asiyah membesarkan Nabi Musa as dengan penuh cinta kasih di istana Fir’aun, suaminya yang sangat kejam. Beliau merupakan teladan keberanian dengan tidak mematuhi perintah suami yang mengaku tuhan. Dan karena ketaatan kepada Allah SWT, beliau rela meninggalkan kekayaan dan kemewahan dunia.
2. Maryam, ibu Nabi Isa as.
Maryam binti Imran adalah wanita yang sangat dekat dengan Allah SWT, sepenuhnya mengabdikan diri pada Allah SWT dan senantiasa menjaga kesuciannya.
Karena kepercayaan dan kepasrahan yang sangat tinggi kepada Allah SWT, Maryam binti Imran mampu menghadapi ujian ketika beliau dipilih oleh Allah SWT untuk melahirkan seorang Nabi (Isa as), tanpa adanya suami.
3. Khadijah binti Khuwailid, istri pertama Nabi Muhammad SAW.
Istri yang paling dicintai Rasulullah SAW ini merupakan wanita pertama yang mengakui ke-rasul-an suaminya. Khadijah mempercayai ajaran Islam di saat perempuan-perempuan lain pada masa itu menolak kepercayaan akan ke-esa-an Tuhan. Pengorbanan beliau dalam mendampingi Rasulullah SAW sangat besar, semua hartanya digunakan untuk kepentingan Islam. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Islam tidak akan tersebar tanpa bantuan harta istriku (Khadijah).”
4. Fathimah Az-Zahra binti Rasulullah SAW.
Sebagai putri Rasulullah SAW, Fathimah mendapat pendidikan langsung dari sang ayah dan ibunda. Kemuliaan akhlak kedua orang tuanya, menjadikan Fathimah tumbuh menjadi wanita yang memiliki akhlak luhur. Selain ketaatan pada Allah SWT, kesederhanaan, komitmennya pada keadilan sosial, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat sangat besar.
Empat perempuan sempurna tersebut memiliki keistimewaan tinggi karena mereka senantiasa membersihkan diri, taat dan mengabdi pada perintah Allah SWT, bersedia meninggalkan segala posisi duniawi dan senantiasa mendermakan hartanya di jalan Allah
sumber:http://denjiun.wordpress.com/2009/12/03/empat-perempuan-sempurna/
1. Asiyah, istri Fir’aun.
Asiyah putri dari Muhazim ini termasuk di antara perempuan suci. Beliau berasal dari garis keturunan Bani Israil yang dipilih Allah SWT sebagai hamba-Nya yang diberkati.
Asiyah membesarkan Nabi Musa as dengan penuh cinta kasih di istana Fir’aun, suaminya yang sangat kejam. Beliau merupakan teladan keberanian dengan tidak mematuhi perintah suami yang mengaku tuhan. Dan karena ketaatan kepada Allah SWT, beliau rela meninggalkan kekayaan dan kemewahan dunia.
2. Maryam, ibu Nabi Isa as.
Maryam binti Imran adalah wanita yang sangat dekat dengan Allah SWT, sepenuhnya mengabdikan diri pada Allah SWT dan senantiasa menjaga kesuciannya.
Karena kepercayaan dan kepasrahan yang sangat tinggi kepada Allah SWT, Maryam binti Imran mampu menghadapi ujian ketika beliau dipilih oleh Allah SWT untuk melahirkan seorang Nabi (Isa as), tanpa adanya suami.
3. Khadijah binti Khuwailid, istri pertama Nabi Muhammad SAW.
Istri yang paling dicintai Rasulullah SAW ini merupakan wanita pertama yang mengakui ke-rasul-an suaminya. Khadijah mempercayai ajaran Islam di saat perempuan-perempuan lain pada masa itu menolak kepercayaan akan ke-esa-an Tuhan. Pengorbanan beliau dalam mendampingi Rasulullah SAW sangat besar, semua hartanya digunakan untuk kepentingan Islam. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Islam tidak akan tersebar tanpa bantuan harta istriku (Khadijah).”
4. Fathimah Az-Zahra binti Rasulullah SAW.
Sebagai putri Rasulullah SAW, Fathimah mendapat pendidikan langsung dari sang ayah dan ibunda. Kemuliaan akhlak kedua orang tuanya, menjadikan Fathimah tumbuh menjadi wanita yang memiliki akhlak luhur. Selain ketaatan pada Allah SWT, kesederhanaan, komitmennya pada keadilan sosial, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat sangat besar.
Empat perempuan sempurna tersebut memiliki keistimewaan tinggi karena mereka senantiasa membersihkan diri, taat dan mengabdi pada perintah Allah SWT, bersedia meninggalkan segala posisi duniawi dan senantiasa mendermakan hartanya di jalan Allah
sumber:http://denjiun.wordpress.com/2009/12/03/empat-perempuan-sempurna/
Langganan:
Postingan (Atom)