Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Maret 2011

Yang manakah kita????!

Seorang gadis mengadu pada ibunya, berkeluh kesah tentang kehidupannya yang dirasa amat berat. Gadis itu tidak tahu bagaimana dia akan melalui semua itu dan merasa ingin menyerah saja. Dia merasa lelah berjuang dan menderita dalam kehidupan ini. Jika satu masalah teratasi, akan timbul masalah baru.
 
Ibunya mengajak putrinya menuju dapur. Diisinya 3 buah panci dengan air dan direbusnya air itu dengan api yang besar. Begitu semua air mendidih, dia masukkan wortel pada panci pertama, telur pada panci ke dua, dan butiran kopi di panci terakhir. Mereka menunggu sampai ketiga air di panci kembali mendidih.
 
Dalam 20 menit kompor-kompor dimatikan oleh sang ibu. Wortel dikeluarkan dan diletakkannya di sebuah piring. Begitu juga dengan telur dan kopi diletakkan dalam piring dan gelas berbeda. Sang ibu memandang putrinya sambil berkata : "Katakan apa yang kamu lihat."
 
Putrinya menjawab : "Wortel, telur dan kopi".
 
Ibunya meminta putrinya agar mendekat dan merasakan wortel itu. Wortel itu menjadi lembek. Ibunya kemudian meminta putrinya untuk memecahkan telur yang telah matang itu. Setelah mengupas kulitnya, dia sadar bahwa isi telur itu telah mengeras karena direbus. Akhirnya sang ibu meminta putrinya untuk meminum kopi yang telah matang. Putrinya tersenyum merasakan keharuman kopinya.
 
"Apa arti semua ini, ibu?" tanya putrinya.
 
Ibunya menjelaskan bahwa setiap benda-benda itu telah melewati "Kemalangan" yang sama, yaitu direbus di dalam air mendidih. Namun tiap benda punya reaksi berbeda.
 
Wortel itu sebelumnya kuat, keras dan "tidak berperasaan". Namun setelah direbus dia menjadi lunak dan lemah. Telur itu sebelumnya rentan, mudah pecah. Punya dinding tipis untuk melindungi cairan di dalamnya. Namun setelah direbus, cairan di dalamnya menjadi keras. Sedang butiran kopi adalah fenomena unik, ia menjadi air setelah direbus dan beraroma wangi."
 
"Termasuk yang mana kamu, anakku?" kata ibu pada putrinya. "Jika kemalangan mengetuk pintumu, bagaimana kamu meresponnya? Apakah kamu seperti wortel, sebutir telur atau serbuk kopi?"
 
Camkan Hal ini :
 
Termasuk yang mana aku ini? Apakah seperti wortel yang terlihat keras namun ketika dihadang masalah dan kemalangan aku menjadi lemah dan kehilangan kekuatanku?
 
Apakah hatiku rentan seperti isi telur, namun ketika "dididihkan" oleh kematian, perpisahan, masalah keuangan atau ujian-ujian lainnya menjadikan hatiku kuat? Apakah dinding luarku masih terlihat sama namun kini didalam aku menjadi seorang yang gigih dan berjiwa keras?
Atau aku mirip dengan serbuk kopi? serbuk kopi sebenarnya mengubah air panas disekitarnya, yaitu keadaan yang membawanya dalam kepedihan. Ketika air mulai mendidih, maka dia mengeluarkan aroma dan rasa kopi yang nikmat.
 
Bila keadaan menjadi kian memburuk, mampukah kalian mengubah situasi di sekitar menjadi suatu kebaikan? Ketika hari kian gelap dan ujian semakin meningkat, apakah kalian mengangkat diri sendiri ke tingkatan yang lain? Bagaimana kalian menangani masalah-masalah hidup yang datang silih berganti? Apakah kalian mirip sebuah wortel, sebutir telur atau serbuk kopi?
 
Semoga kalian mempunyai cukup bekal kebahagiaan untuk membuat hidup terasa indah. Cukup ujian agar membuat kalian kuat, cukup kesusahan agar kalian lebih manusiawi, dan cukup harapan untuk membuat kalian mampu bertahan hidup.
 
Ketika dilahirkan, bayi menangis disaat semua orang tersenyum menyambut kehadirannya. Menangkan hidup ini agar diakhir perjalanan nanti kita bisa tersenyum ketika semua orang disekitar menangis.
 
Dunia ini memang panggung sandiwara, kita dan semua yang kita lihat hanyalah ilusi yang penuh dengan kiasan-kiasan. Kita bukan siapa-siapa, kita bukanlah seperti yang kita sangka. Kita hanyalah bayangan-bayangan, pujilah Dia Yang mampu membuat bayangan-bayangan bisa mendengar, melihat, merasa, berbicara, dan berbuat apa saja. Bukalah hati, mata dan pikiranmu semasa di dunia, karena siapa yang buta hatinya di dunia, di akhirat nanti akan semakin dibuat buta oleh Tuhan-nya?

Sumber:
Catatan facebook Qaulan Sadida

Rabu, 11 Agustus 2010

Sahabat,... Yuk Berfikir positif

Biarkan orang lain menjalani kehidupan yang kecil, tetapi bukan Anda.

Biarkan orang lain berdebat tentang hal-hal kecil, tetapi bukan Anda.

Biarkan orang lain mengeluh atas apa yang mungkin terjadi, tetapi bukan Anda.

Biarkan orang lain menangisi kecil sakit, biarkan mereka putus asa, biarkan mereka menjadi dendam dan ingin membalas dendam, tetapi bukan Anda.

Biarkan orang lain meninggalkan masa depan mereka, dan menanggalkannya di tangan orang lain, biarkan mereka menjadi materialistis dan sombong, tetapi bukan Anda.

Biarkan orang lain tidak bersyukur dan berhenti berdoa, tapi tidak Anda! Biarkan orang lain menyerah, tetapi bukan Anda! Sekali lagi bukan Anda. Sebab disini Anda tahu, siapa yang percaya dan yakin akan sesuatu, maka dia akan mampu.

Sebab kata Allah dalam Alquran, “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku.”

Sahabat.. Yuk berfikir positif, serta ajak orang lain-orang lain diatas. Agar nantinya orang lain itu, bukan saudara kita, agar orang lain itu bukan tetangga kita, tapi orang lain itu adalah tetangga negara kita. itu tu.. tetangga yang ngaku-ngaku pemilik batik dan reog.

Kepada tetangga, maaf ya. Yang bilang itu milik kami, bukan kami, tapi dunia mengakuinya. So, malulah itu perlu.. hehehe :)
sumber:http://www.resensi.net/biarkan-mereka/2010/04/04/#more-692

Kamis, 14 Januari 2010

suara hati

Wahai diriku, kukatakan padamu,

Kau harus fokus dengan tujuan hidupmu, kau harus konsentrasi dengan visi misimu. Jangan bertindak dan berpikir yang tidak mempunyai hubungan dengan proses pencapaian tujuan hidupmu. Kau hanya boleh berfikir dan bertindak pada segala hal yang terkait dengan proses pencapaian tujuanmu.

Wahai diriku,

Jangan kau nodai idealismemu dengan hal-hal yang “murahan”. Jangan biarkan “virus merah jambu” meruntuhkan prinsip yang kau junjung selama ini. Apakah kau tak perhatikan wahai diriku? Kau tak lagi menangis karena cintamu pada Allah, melainkan menangis karena cintamu yang tak kesampaian atau menangis karena jalan Juang ini tak menyandingkanmu pada kekasih pujaan hati yang justru jika itu terjadi akan meruntuhkan semangat jihadmu dan membuatmu terperosok pada kehinaan. Jangan lagi kau kembali pada kejahiliyahan setelah Islam memberi warna pelanginya padamu. Jahiliyah adalah jahiliyah, Islam adalah Islam. Tak ada campur aduk diantara keduanya. Islam menuntut hijrahmu meninggalkan jahiliyah secara total menuju Islam secara total.

Wahai diriku,

Tak ada waktu bagimu untuk santai dan berleha-leha. Cita-cita besar, obsesi-obsesi besar, dan semua tujuanmu dalam hidup ini akan menyedot seluruh waktu, tenaga, dan pikiranmu tanpa pernah menyisakan waktumu untuk beristirahat. Kau adalah prajurit dakwah. Kau adalah pemuda dari ribuan pemuda yang diharapkan umat ini. Hari ini kau lihat pemuda-pemuda yang lain asyik dengan gemerlap hedonisme. Larut bersama derasnya arus liberalisme yang menyesatkan. Jika kau tergoda untuk mengikutinya, maka sesungguhnya kau telah menulis kegagalanmu dalam meraih cita-cita dan obsesi besarmu. Kau akan berada dibelakang bersama orang-orang yang tertinggal. Kau akan tertelan oleh ganasnya kejahiliyahan. Dan kau, jika tetap mengikutinya, namamu takkan pernah tercatat dalam jajaran para mujahid dan para syuhada dihadapan Allah.

Wahai diriku,

Percayalah. Kau dilahirkan sebagai seorang serdadu. Kau tak boleh kalah dengan ambisi pribadimu. Kau tak boleh lemah hanya karena penghinaan musuh-musuhmu. Kau tak boleh mundur meski harus menghadapi banyak kegagalan dalam hidup ini. Percayalah pada kemampuanmu dan obsesi-obsesi besarmu. Percayalah bahwa semua rencanamu akan difasilitasi oleh Allah dengan caranya sendiri untuk menjadi kenyataan dengan mudah. Kau hanya boleh lemah untuk bangun kembali. Kau hanya boleh mundur untuk maju kembali. Kau hanya boleh kalah untuk bangkit kembali. Bangun dan singsingkanlah lengan bajumu. Banyak pekerjaan-pekerjaan besar yang harus segera kau tunaikan. Segeralah! Karena kau adalah Serdadu Islam Rabbani.

sumber:http://www.facebook.com/group.php?gid=187056123441&v=info#/inbox/?folder=[fb]messages&page=1&tid=274580229578

Rabu, 13 Januari 2010

... Maaf Tuhan, Saya Lagi Sibuk ... !

catatan facebook Oleh: Ibnu Wibowo | 13 Desember 2009

Begitulah tulisan menggelitik hati yang terpampang di punggung kaos salah seorang mahasiswa ushuluddin di sebuah perguruan tinggi Islam negeri di Semarang. Tulisan yang simpel, namun memberikan makna yang luar biasa. Begitu berani…. Entah apa maksud si pembuat kaos, apakah untuk menunjukkan jati dirinya bahwa ia punya kesibukan yang tidak bisa diganggu meski Tuhannya memanggilnya menghadap, atau ia memiliki misi mengingatkan orang-orang lain yang kebetulan membacanya bahwa selama ini kita sudah terlalu sering larut dengan kesibukan duniawi, materi hingga lebih memilih mengabaikan Tuhan.

Namun terlepas apapun maksud si pembuat dan pemakai kaos tersebut, kita tidak perlu menghakiminya, justru lebih baik apabila kita mau instrospeksi diri, betulkah selama ini kita sudah meninggalkan Tuhan dalam aktivitas keseharian kita? Apakah kita hanya mengingatNya apabila kita berada di tempat-tempat ibadah, atau pengajian-pengajian saja? Dimanakah Tuhan saat kita sedang bekerja, sedang berolahraga, lebih ekstrim lagi di mana Tuhan manakala kita sedang menjalankan amanatNya menjadi bendahara, menjadi pejabat, menjadi pengambil keputusan, atau menjadi apapun. Apakah Tuhan kita libatkan saat itu?

Mungkin dalam benak pikiran kita, apakah perlu Tuhan kita libatkan dalam hal-hal seperti itu? Kan lebih baik Tuhan ada di momen-momen besar saja, ngurusi alam semesta (he..he… manusia termasuk bagian alam semesta juga lho..!), tidak usah ikut campur urusan manusia. Biar manusia sendiri yang berpikir dan menyelesaikan masalah kemanusiaannya sendiri tanpa campur tangan Tuhan. Kan manusia sudah diberi akal ….?

Begitu kira-kira jawaban manusia yang terlalu mengagungkan akalnya, eksistensinya di dunia ini, seolah-olah ia mampu menyelesaikan segala persoalannya.

Hasilnya ? Dapat kita lihat, manusia menciptakan perdamaian dengan kekerasan (lihat perang Irak, Afghanistan, Palestina,dll), menciptakan teknologi baru dengan tanpa mengindahkan kerusakan lingkungan. Semua itu didasari dengan niat “luhur” perdamaian, kemajuan dan peradaban manusia. Demikiankah sebuah niat mulia musti diawali dengan proses-proses yang tidak benar? “Benar”, jawaban manusia dengan akalnya. Namun lihat, bukankah hasilnya berkebalikan dari niat awalnya, nyawa manusia tidak dihargai, kerusakan lingkungan yang mengkhawatirkan… Demikiankah sebuah peradaban yang beradab akan dibangun?

“Tidak !!!!”, itulah jawaban manusia yang memiliki akal dan hati, manusia seutuhnya. Manusia yang tidak hanya mengagulkan akalnya saja, namun masih butuh kehadiran Tuhan dalam setiap aktivitas dan keputusan yang diambilnya. Kita butuh Tuhan dalam kita memandang, mendengar, berjalan, bekerja dan berpikir. Sehingga yang kita hasilkan bukan semata-mata produk manusia an sich, namun juga tampak karya Tuhan didalamnya. Manakala kita sebagai guru, kita hadirkan Tuhan dalam mengajar dan mendidik siswa-siswanya, lihat hasilnya. Manakala kita sebagai bupati, gubernur, anggota dewan, menteri, presiden, kita hadirkan Tuhan, lihat hasilnya. CINTA.

Kita hidup, negara hidup, bukan keuntungan ekonomi dan materi semata yang dicari, bukan hanya menciptakan rakyat yang kaya-kaya, namun ketentraman, kedamaian dan cinta. Akan kita rasakan bagaimana seandainya Pemimpin negeri ini memimpin dan menjalankan amanahnya dengan cinta dan Rakyat yang dipimpin juga menjalankan tugasnya dengan cinta.

Dan itu butuh TUHAN…!
Ya Tuhan, saya siap untukMu…

Selasa, 12 Januari 2010

sekedar nasihat untuk kaum hawa

catatan facebook: Azis Setiawan

Untuk membentuk bibir yang menawan, Ucapkan kata-kata kebaikan.
Untuk mendapatkan mata yang indah, Carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai.
Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, Berbagilah makanan dengan mereka yang kelaparan.
Untuk mendapatkan rambut yang indah, Mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari.
Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, Berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, Dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian.

Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain, Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni.

Jadi, jangan pernah kucilkan seseorang dari hati anda Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, Ingatlah senantiasa, Jika suatu ketika anda membutuhkan pertolongan, Akan senantiasa ada tangan terulur.

Dan dengan bertambahnya usia anda, Anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, Satu untuk menolong diri anda sendiri, Dan satu lagi untuk menolong orang lain.
Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakannya, Bukan pada bentuk tubuhnya, atau cara dia menyisir rambutnya.

Kecantikan wanita terdapat pada matanya, cara dia memandang dunia. Karena di matanyalah terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, Di mana cinta dapat berkembang.

Kecantikan wanita, bukan pada kehalusan wajahnya, Tetapi kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, Yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta yang dia berikan Dan kecantikan itu akan tumbuh


Renungan:

Rasululullah SAW, berkata "Putriku Fathimah adalah bidadari berwujud manusia." (Al-Sawa'iqul Muhriqah;Is'afur Raghibin, hal.173).

Fhatimah adalah keindahan sejati (Nuzhatul Majalis).

Perkataan Ibunda Anas Bin Malik:"Fhatimah bak bulan di malam purnamanya, atau matahari yang tak disaput awan. Ia putih dengan sentuhan warna mawar di wajahnya, rambutnya hitam dan ia bercirikan keelokan Rasulullah SAW."...

Aisyah berkata:"Aku tak pernah melihat seseorang yang penampilannya, perilaku, gerak-gerik dan bicaranya lebih mirip dengan nabi, baik kala duduk, maupun kala berdiri dari pada Fhatimah.(HR.At-Thirmidzi dan Ibnu Abdurrabbih).(Mustadrak al-Hakim).

Kamis, 31 Desember 2009

seberapa mahalkah harga sebuah karir?...

Saya seorang ibu dengan 2 orang anak , mantan direktur sebuah Perusahaan multinasional. Mungkin anda termasuk orang yang menganggap saya orang yang berhasil dalam karir namun sungguh jika seandainya saya boleh memilih makasaya akan berkata kalau lebih baik saya tidak seperti sekarang dan
menganggap apa yang saya raih sungguh sia-sia.

Semuanya berawal ketika putri saya satu-satunya yang berusia 19 tahun baru saja meninggal karena overdosis narkotika. Sungguh hidup saya hancur berantakan karenanya, suami saya saat ini masih
terbaring di rumah sakit karena terkena stroke dan mengalami kelumpuhan karena memikirkan musibah ini.

Putera saya satu-satunya juga sempat mengalami depresi berat dan sekarang masih dalam perawatan intensif sebuah klinik kejiwaan, dia juga merasa sangat terpukul dengan kepergian adiknya. Sungguh apa lagi yang bisa saya harapkan.

Kepergian Maya dikarenakan dia begitu guncang dengan kepergian Bik Inah pembantu kami.. Hingga dia terjerumus dalam pemakaian Narkoba. Mungkin terdengar aneh kepergian seorang pembantu bisa membawa dampak begitu hebat pada putri kami.

Harus saya akui bahwa bik Inah sudah seperti keluarga bagi kami, dia telah ikut bersama kami sejak 20 tahun yang lalu dan ketika Doni berumur 2 tahun. Bahkan bagi Maya dan Doni, bik Inah sudah seperti ibu kandungnya sendiri.

Ini semua saya ketahui dari buku harian Maya yang saya baca setelah dia meninggal..

Maya begitu cemas dengan sakitnya bik Inah, berlembar-lembar buku hariannya berisi hal ini.
Dan ketika saya sakit (saya pernah sakit karena kelelahan dan diopname dirumah sakit selama 3 minggu)
Maya hanya menulis singkat sebuah kalimat di buku hariannya "Hari ini Mamasakit di Rumah sakit," hanya itu saja. Sungguh hal ini menjadikan saya semakin terpukul.

Tapi saya akui ini semua karena kesalahan saya. Begitu sedikitnya waktu saya untuk Doni, Maya dan Suami saya. Waktu saya habis di kantor, otak saya lebih banyak berpikir tentang keadaan perusahaan dari pada keadaan mereka. Berangkat jam 07:00 dan pulang di rumah 12 jam kemudian, bahkan mungkin lebih. Ketika sudah sampai rumah rasanya sudah begitu capai untuk memikirkan
urusan mereka.

Memang setiap hari libur kami gunakan untuk acara keluarga, namun sepertinya itu hanya seremonial dan rutinitas saja, ketika hari Senin tiba saya dan suami sudah seperti "robot" yang terprogram untuk urusan kantor.

Sebenarnya ibu saya sudah berkali-kali mengingatkan saya untuk berhenti bekerja sejak Doni masuk SMA namun selalu saya tolak, saya anggap ibu terlalu kuno cara berpikirnya. Memang Ibu saya memutuskan berhenti bekerja dan memilih membesarkan kami 6 orang anaknya. Padahal sebagai seorang sarjana ekonomi karir ibu waktu itu katanya sangat baik. Dan ayahpun ketika itu juga biasa-biasa saja dari segi karir dan penghasilan.

Meski jujur saya pernah berpikir untuk memutuskan berhenti bekerja dan mau mengurus Doni dan Maya, namun selalu saja perasaan bagaimana kebutuhan hidup bisa terpenuhi kalau berhenti bekerja, dan lalu apa gunanya saya sekolah tinggi-tinggi? . Meski sebenarnya suami saya juga seorang yang cukup mapan dalam karirnya dan penghasilan.

Dan biasanya setelah ada nasehat ibu saya menjadi lebih perhatian pada Doni dan Maya namun tidak lebih dari dua minggu semuanya kembali seperti asal urusan kantor dan karir fokus saya.
Dan kembali saya menganggap saya masih bisa membagi waktu untuk mereka, toh teman yang lain di kantor juga bisa dan ungkapan "kualitas pertemuan dengan anak lebih penting dari kuantitas" selalu menjadi patokan saya.

Sampai akhirnya semua terjadi dan diluar kendali saya dan berjalan begitu cepat sebelum saya sempat tersadar.

Maya berubah dari anak yang begitu manis menjadi pemakai Narkoba.

Dan saya tidak mengetahuinya! !! Sebuah sindiran dan protes Maya saat ini selalu terngiang di telinga.

Waktu itu bik Inah pernah memohon untuk berhenti bekerja dan memutuskan kembali ke desa untuk membesarkan Bagas, putera satu-satunya, setelah dia ditinggal mati suaminya .. Namun karena Maya dan Doni keberatan maka akhirnya kami putuskan agar Bagas dibawa tinggal bersama kami.

Pengorbanan bik Inah buat Bagas ini sangat dibanggakan Maya. Namun sindiran Maya tidak begitu saya perhatikan. Akhirnya semua terjadi , setelah tiba-tiba jatuh sakit kurang lebih dua minggu, bik Inah meninggal dunia di Rumah Sakit.

Dari buku harian Maya saya juga baru tahu kenapa Doni malah pergi dari rumah ketika bik Inah di Rumah Sakit. Memang Doni pernah memohon pada ayahnya agar bik Inah dibawa ke Singapore
untuk berobat setelah dokter di sini mengatakan bahwa bik Inah sudah masuk stadium 4 kankernya. Dan usul Doni kami tolak hingga dia begitu marah pada kami. Dari sini saya kini tahu betapa berartinya bik Inah buat mereka, sudah seperti ibu kandungnya! menggantikan tempat saya yang seolah hanya bertugas melahirkan mereka saja ke dunia.

Tragis !

Dan sebuah foto "keluarga" di dinding kamar Maya sering saya amati Kalau lagi kangen dengannya. Beberapa bulan yang lalu kami sekeluarga ke desa bik Inah.

Atas desakan Maya kami sekeluarga menghadiri acara pengangkatan Bagas sebagai kepala sekolah madrasah setelah dia selesai kuliah dan belajar dipesantren. Dan Doni pun begitu bersemangat untuk hadir di acara itu padahal dia paling susah untuk diajak ke acara serupa di kantor saya atau ayahnya.
Dan difoto "keluarga" itu tampak bik Inah, Bagas, Doni dan Maya tersenyum bersama.

Tak pernah kami lihat Maya begitu senang seperti saat itu dan seingat saya itulah foto terakhirnya.
Setelah bik Inah meninggal Maya begitu terguncang dan shock, kami sempat merisaukannya dan membawanya ke psikolog ternama di Jakarta.

Namun sebatas itu yang kami lakukan setelah itu saya kembali berkutat dengan urusan kantor.
Dan di halaman buku harian Maya penyesalan dan air mata tercurah.

Maya menulis :
"Ya Tuhan kenapa bik Inah meninggalkan Maya, terus siapa yang bangunin Maya, siapa yang nyiapin sarapan Maya, siapa yang nyambut Maya kalau pulang sekolah, Siapa yang ngingetin Maya buat berdoa, siapa yang Maya cerita kalau lagi kesel disekolah, siapa yang nemenin Maya kalo nggak bisa tidur....... ...Ya Tuhan , Maya kangen banget sama bik Inah" bukankah itu seharusnya tugas saya sebagai ibunya, bukan bik Inah ?

Sungguh hancur hati saya membaca itu semua, namun semuanya sudah terlambat tidak mungkin bisa kembali, seandainya semua bisa berputar kebelakang saya rela berkorban apa saja untuk itu. Kadang saya merenung sepertinya ini hanya cerita sinetron di TV dan saya pemeran utamanya. Namun saya tersadar ini real dan kenyataan yang terjadi.

Sungguh saya menulis ini bukan berniat untuk menggurui siapapun tapi sekedar pengurang sesal saya semoga ada yang bisa mengambil pelajaran darinya.

Biarkan saya yang merasakan musibah ini karena sungguh tiada terbayang beratnya. Semoga siapapun yang membaca tulisan ini bisa menentukan "prioritas hidup dan tidak salah dalam memilihnya". Biarkan saya seorang yang mengalaminya.

Saat ini saya sedang mengikuti program konseling/therapy untuk menentramkan hati saya. Berkat dorongan seorang teman saya beranikan tulis ini semua. Saya tidak ingin tulisan ini sebagai tempat penebus kesalahan saya, karena itu tidak mungkin! Dan bukan pula untuk memaksa anda mempercayainya, tapi inilah faktanya.

Hanya semoga ada yang memetik manfaatnya. Dan saya berjanji untuk mengabdikan sisa umur saya untuk suami dan Doni. Dan semoga Tuhan mengampuni saya yang telah menyia-nyiakan amanahNya pada saya.

Dan disetiap berdoa saya selalu memohon "YA Tuhan seandainya Engkau akan menghukum Maya karena kesalahannya, sungguh tangguhkanlah Ya Tuhan, biar saya yang menggantikan tempatnya kelak, biarkan buah hatiku tentram di sisiMu".

Semoga Tuhan mengabulkan doa saya.
catatan facebook dari: Nenk Manda Wahid-29 Desember jam 13:15,


Dari sebuah milis.
semoga menjadi perenungan kita bersama

Rabu, 02 Desember 2009

Alangkah indahnya membiasakan diri berbuat nyata


catatan facebook dari:WULAN PUSPITA SARI,Bogor_25 Oktober 2009 jam 12:24

Suatu hari, seorang pemuka agama dimintai bantuan oleh seorang wanita malang yang tidak punya tempat berteduh.
Karena sangat sibuk, pemuka agama itu berjanji akan mendo'akan wanita tersebut.

Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini :

Saya kelaparan ...
dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya


Saya tergusur ...
dan Anda ke tempat ibadah untuk berdoa bagi kebebasan saya


Saya ingin bekerja ....
dan Anda sibuk mengharamkan pekerjaan yang Anda anggap tidak pantas, padahal halal dan saya membutuhkannya


Saya sakit ...
dan Anda berlutut bersyukur kepada Allah atas kesehatan Anda sendiri


Saya telanjang, tidak punya pakaian ...
dan Anda mempertanyakan dalam hati kesopanan penampilan saya,
bahkan Anda menasehati saya tentang aurat.


Saya kesepian ...
dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa


Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah
tetapi saya tetap amat lapar, kesepian, dan kedinginan ...


Setelah membaca puisi itu ...
Pemuka agama tadi terharu dan berkata : "kasihan wanita itu" ... lalu sibuk berdoa kembali, dan wanita itu tetap tidak memperoleh tempat berteduh.

Sahabat, dalam memberi bantuan, kita sering lebih banyak menyampaikan teori, nasihat, atau perkataan-perkataan manis.
Namun, sedikit sekali tindakan nyata yang kita lakukan.
Berusahalah untuk membantu orang, mengasihi orang, bukan hanya dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan nyata.

Orang-orang bijak mengatakan :

Satu perbuatan nyata, sekecil apa pun, jauh lebih berarti dibandingkan seribu kata-kata indah.
Satu perbuatan nyata sama dengan seribu kata-kata indah.
Satu perbuatan nyata akan mengundang beberapa perbuatan nyata lainnya.

Marilah setiap hari kita (saya dan Anda) membiasakan dengan minimal SATU perbuatan nyata (tentu saja perbuatan baik untuk membantu orang lain).
Ini akan MENGUNDANG perbuatan-perbuatan baik lainnya.INSYA ALLOH

Alangkah indahnya membiasakan diri berbuat nyata (berbuat baik).



URL untuk link ke notes ini :
http://www.facebook.com/note.php?note_id=298736870065


Sumber : http://forum-warga.web.id/_g.php?_g=_lhti_forum&Bid=1155#b

Senin, 30 November 2009

KIAMAT SEBENARNYA SUDAH DI AMBANG PINTU



Posted on 28 November 2009 by pakarfisika


Banjir Aneh

Banjir Langka



Saudi banjir…? Mungkin ada baiknya kita merenungi salah satu hadist Rasulullah SAW: “Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai.” (HR Muslim). Kiamat benar2 di ambang pintu…

BANJIR LANGKA

Hujan sangat lebat dan banjir besar melanda Arab Saudi. Menurut gulfnews, 13 orang tewas dan ribuan jamaah haji terperangkap di bandara di Jeddah, Rabu kemarin (25 Nop2009).

Ada apakah dengan hal ini? Seperti diketahui, Saudi merupakan negara Arab yang panas. Jika pun terjadi hujan, itupun tak pernah besar dan hanya terjadi dalam waktu yang berjarak lama.

Ini adalah curah hujan yang paling berat selama bertahun-tahun, yang tidak pernah terjadi di kerajaan Saudi, banjir memampat banyak jalan dan bangunan di Jeddah. Saat ini sekitar 1,6 juta jamaah haji datang dari berbagai pelosok dunia.

Berikut kondisi yg sempat terekam…:

selengkapnya ada di alamat ini: Muslm dot Net

Videonya sebagai berikut:



TIGA TANDA NYATA:

Ada lagi tiga tanda fenomenal dari tanda-tanda Kiamat yang perlu diantisipasi dewasa ini oleh umat manusia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya. Dua di antara ketiga tanda itu masuk dalam kategori tanda-tanda besar Kiamat. Satu lagi kadang dimasukkan ke dalam tanda besar, namun ada pula yang menyebutnya sebagai tanda penghubung antara tanda- tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat.

Tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat ialah diutusnya Imam Mahdi. Imam Mahdi merupakan tanda Kiamat yang menghubungkan antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat karena datang pada saat dunia sudah menyaksikan munculnya seluruh tanda-tanda kecil Kiamat yang mendahului tanda-tanda besar Kiamat. Allah tidak akan mengizinkan tanda-tanda besar Kiamat datng sebelum berbagai tanda kecil Kiamat telah tuntas kemunculannya.

Banyak orang barangkali belum menyadari bahwa kondisi dunia dewasa ini ialah dalam kondisi dimana hampir segenap tanda-tanda kecil Kiamat yang diprediksikan oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam telah bermunculan semua. Coba perhatikan beberapa contoh tanda-tanda kecil Kiamat berikut ini:

* Dan perceraian banyak terjadi = ويكثر الطلاق
* Dan banyak terjadi kematian mendadak (tiba-tiba) = و الموت الفجاء
* Dan banyak mushaf diberi hiasan (ornamen) = و حلية المصاحف
* Dan masjid-masjid dibangun megah-megah = و زخرفت المساجد
* Dan berbagai perjanjian dan transaksi dilanggar sepihak = و نقضت العهود
* Dan berbagai peralatan musik dimainkan = و استعملت المأزف
* Dan berbagai jenis khamr diminum manusia = و شربت الخمور
* Dan perzinaan dilakukan terang-terangan = و فخش الزنا
* Dan para pengkhianat dipercaya (diberi jabatan) = و اؤتمن الخائن
* Dan orang yang amanah dianggap pengkhianat (teroris) = و خون الأمين
* Tersebarnya Pena (banyak buku diterbitkan) = ظهور القلم
* Pasar-pasar (Mall, Plaza, Supermarket) Berdekatan = تتقارب الأسواق
* Penumpahan darah dianggap ringan = استخفاف بالدم
* Makan riba = أكل الربا

Jadi kalau kita perhatikan, contoh-contoh di atas jelas sudah kita jumpai di zaman kita dewasa ini. Bahkan bila kita buka kitab para Ulama yang menghimpun hadits-hadits mengenai tanda-tanda kecil Kiamat, lalu kita baca satu per satu hadits-hadits tersebut hampir pasti setiap satu hadits selesai kita baca kita akan segera bergumam di dalam hati: “Wah, yang ini sudah..!” Hal ini akan selalu terjadi setiap habis kita baca satu hadits. Laa haula wa laa quwwata illa billah….

Jika tanda-tanda kecil Kiamat sudah hampir muncul seluruhnya berarti kondisi dunia dewasa ini berada di ambang menyambut kedatangan tanda-tanda besar Kiamat. Dan bila asumsi ini benar, berarti dalam waktu dekat kita semua sudah harus bersiap-siap untuk menyambut datangnya tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat, yaitu diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam. Hal ini menjadi selaras dengan isyarat yang diungkapakan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengenai dua pra-kondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi.

أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنْ النَّاسِ

وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kese-wenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad)

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengisyaratkan adanya dua prakondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam. Kedua prakondisi tersebut ialah pertama, banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan kedua, terjadinya gempa-gempa. Subhaanallah.

Jika kita amati kondisi dunia saat ini sudah sangat sarat dengan perselisihan antar-manusia, baik yang bersifat antar-pribadi maupun antar-kelompok.

Demikian pula dengan fenomena gempa sudah sangat tinggi frekuensi berlangsungnya belakangan ini.

Berarti kedatangan Imam Mahdi merupakan tanda Akhir Zaman yang jelas-jelas harus kita antisipasi dalam waktu dekat ini. Dan jika sudah terjadi berarti kitapun harus segera mempersiapkan diri untuk mematuhi perintah Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam yang berkaitan dengan kemunculan Imam Mahdi. Kita diperintahkan untuk segera berbai’ at dan bergabung ke dalam barisannya sebab episode-episode berikutnya merupakan rangkaian perang yang dipimpin Imam Mahdi untuk menaklukkan negeri-negeri yang dipimpin oleh para Mulkan Jabriyyan (Para penguasa yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya).

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ

“Ketika kalian melihatnya (Imam Mahdi) maka ber-bai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Ibnu Majah)

Imam Mahdi akan mengibarkan panji-panji Al-Jihad Fi Sabilillah untuk memerdekakan negeri-negeri yang selama ini dikuasai oleh para Mulkan Jabriyyan (Para penguasa yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya). Beliau akan mengawali suatu proyek besar membebaskan dunia dari penghambaan manusia kepada sesama manusia untuk hanya menghamba kepada Allah semata, Penguasa Tunggal dan Sejati langit dan bumi. Beliau akan memastikan bahwa dunia diisi dengan sistem dan peradaban yang mencerminkan kalimatthoyyibah Laa ilaha illAllah Muhammadur Rasulullah dari ujung paling timur hingga ujung paling barat.

Ghazawaat (perang-perang) tersebut akan dimulai dari jazirah Arab kemudian Persia (Iran) kemudian Ruum (Eropa dan Amerika) kemudian terakhir melawan pasukan Yahudi yang dipimpin langsung oleh puncak fitnah, yaitu Dajjal. Dan uniknya pasukan Imam Mahdi Insya Allah akan diizinkan Allah untuk senantiasa meraih kemenangan dalam berbagai perang tersebut.

تَغْزُونَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ

ثُمَّ تَغْزُونَ الرُّومَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللَّهُ

“Kalian akan perangi jazirah Arab dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan menghadapi Persia dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan perangi Ruum dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan perangi Dajjal dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya.” (HR Muslim)

Lalu kapan Nabiyullah Isa ’alihis-salaam akan turun dari langit diantar oleh dua malaikat di kanan dan kirinya? Menurut hadits-hadits yang ada Nabi Isa putra Maryam ’alihis-salaam akan datang sesudah pasukan Imam Mahdi selesai memerangi pasukan Ruum menjelang menghadapi perang berikutnya melawan pasukan Dajjal. Pada saat itulah Nabi Isa ’alihis-salaam akan Allah taqdirkan turun ke muka bumi untuk digabungkan ke dalam pasukan Imam Mahdi dan membunuh Dajjal dengan izin Allah.

Begitu Imam Mahdi dan pasukannya mendengar kabar bahwa Dajjal telah hadir dan mulai merajalela menebar fitnah dan kekacauan di muka bumi, maka Imam Mahdi mengkonsolidasi pasukannya ke kota Damaskus. Lalu pada saat pasukan Imam Mahdi menjelang sholat Subuh di sebuah masjid yang berlokasi di sebelah timur kota Damaskus tiba-tiba turunlah Nabi Isa ’alihis-salaam diantar dua malaikat di menara putih masjid tersebut. Maka Imam Mahdi langsung mempersilahkan Nabi Isa ’alihis-salaam untuk mengimami sholat Subuh, namun ditolak olehnya dan malah Nabi Isa ’alihis-salaam menyuruh Imam Mahdi untuk menjadi imam sholat Subuh tersebut sedangkan Nabi Isa ’alihis-salaam makmum di belakangnya. Subhanallah.

” ينزل عيسى بن مريم ، فيقول أميرهم المهدي : تعال صل بنا ،

فيقول : لا إن بعضهم أمير بعض ، تكرمة الله لهذه الأمة ” .

“Turunlah Isa putra Maryam ’alihis-salaam. Berkata pemimpin mereka Al-Mahdi: “Mari pimpin sholat kami.” Berkata Isa ’alihis-salaam: “Tidak. Sesungguhnya sebagian mereka pemimpin bagi yang lainnya sebagai penghormatan Allah bagi Ummat ini.” (Al Al-Bani dalam ”As-Salsalatu Ash-Shohihah”)

Saudaraku, marilah kita bersiap-siap mengantisipasi kedatangan tanda-tanda Akhir Zaman yang sangat fenomenal ini. Tanda-tanda yang akan merubah wajah dunia dari kondisi penuh kezaliman dewasa ini menuju keadilan di bawah naungan Syariat Allah dan kepemimpinan Imam Mahdi beserta Nabiyullah Isa ’alihis-salaam.

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam barisan pasukan Imam Mahdi yang akan memperoleh satu dari dua kebaikan:

’Isy Kariman (hidup mulia di bawah naungan Syariat Allah) au mut syahidan (atau Mati Syahid). Amin ya Rabb.

Wa Alloh a’lam…